(Taiwan-ROC) 2 armada F-18 pesawat tempur Amerika Serikat yang tanggal 1 April kemarin mengalami kerusakan dan terpaksa harus mendarat di bandara udara angkatan udara Tainan, Taiwan, pihak militer Amerika Serikat kemarin (2/4) mengutus 1 armada C-130 dari pangkalan militer Amerika di Jepang untuk bertolak ke Taiwan. Hari ini (3/4) sekitar pukul 1 siang tadi pesawat tempur tersebut telah berhasil direparasi, dan pukul 1.13 sore kedua F-18 telah terbang meninggalkan Taiwan.
Pukul 10 pagi hari ini (3/4), saat sebuah pesawat tempur F-18 ditarik keluar oleh pihak lapangan udara Tainan, sempat menarik perhatian dan juga membuat tentara militer kagum memandangnya.
Juru bicara kementerian luar negeri Amerika Serikat, tanggal 2 April menyampaikan, Amerika sangat berterima kasih atas persetujuan Taiwan memberikan ijin pesawat tempur mereka mendarat dan memberikan tempat untuk direparasi.
Salah satu pimpinan militer angkatan darat Amerika Serikat, Paul Greenberg tanggal 2 April juga menyampaikan, lampu bahan bakar dari salah satu tim pesawat tempur F-18C Amerika Serikat terus menyala, untuk itu mereka melakukan pendaratan darurat, demi keamanan awak pesawat mereka memilih mendarat di Tainan.
Pejabat Penthagon, Paul Greenberg membeberkan, setelah mendapat persetujuan, pada tanggal 1 siang mereka mendarat di bandara udara Tainan, dikarenakan lampu peringatan bahan bakar dari salah satu dari pesawat tempur terus menyala, mereka segera memberikan tanda peringatan untuk melakukan pendaratan darurat. Ia menyampaikan, 2 armada pesawat tempur milik Angkatan Udara Amerika Serikat dengan serangan skuardron 323 (VMFA-323), yang terbang untuk mengikuti Commando Sling d, dan mengikuti pelatihan angkatan udara di Singapura.