Kabar gembira bagi Tenaga Kerja Taiwan! Kementerian Ketenagakerjaan bulan ini akan merevisi undang-undang yang mengatur hari libur dan mulai tahun depan pekerja bisa mendapatkan tambahan 1 hari libur apabila hari libur nasional jatuh pada sabtu atau minggu, ini berarti jumlah hari libur nasional tahun depan akan bertambah 19 hari jika dibandingkan dengan peraturan yang diterapkan sekarang. Tahun depan tenaga kerja akan mendapat libur tambahan yang dibayar gaji sebanyak 6 hari, yitu 1 hari libur tambahan untuk liburan tahun baru imlek dan 5 hari untuk hari libur yang jatuhnya di akhir pekan (long weekend).
Kementerian Ketenagakerjaan menyampaikan, berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku sekarang, tenaga kerja mendapat 1 hari istirahat pada setiap pekannya, biasanya hari sabtu dijadikan sebagai hari istirahat, sementara hari minggu dimasukan sebagai hari libur, apabila hari libur nasional jatuh pada hari minggu maka hari liburnya akan diganti dengan hari lain atau ada penambahan hari libur, tetapi jika hari libur nasional jatuh pada hari sabtu maka tidak diberikan liburan tambahan penganti. Setelah diberlakukan peraturan hari libur makan hari libur nasional yang jatuh pada hari sabtu maupun minggu akan diberikan liburan tambahan penganti, peraturan ini telah direvisi dan dapat segera diberlakukan.
Penambahan 6 hari libur penganti tahun depan untuk menganti hari libur yang jatuh pada hari sabtu terdiri dari hari ke tiga hari libur tahun baru imlek (21 Februari 2015), hari perdamaian (28 Februari), hari kanak-kanak (4 April), hari perahu naga (dragon boat festival, 20 Juni 2015), hari nasional (10 Oktober 2015), dan hari peringkatan Chiang Kai-shek dan jika ditambah denagan liburan panjang festival kue bulan, berarti tahun depan tenaga kerja Taiwan bisa mendapatkan 7 kali liburan panjang akhir pekan.
Kementerian dalam negeri bulan Maret kemarin telah memutuskan memberlakukan peraturan libur penganti ini, tetapi ini hanya berlaku bagi pegawai negeri sipil, dan untuk memberikan “keuntungan kecil” bagi seluruh tenaga kerja Taiwan, maka kementerian ketenagakerjaan juga akan memberlakukan peraturan ini.
Tetapi sehubungan dengan peraturan liburan baru ini, dunia industri dan bisnis Taiwan memiliki pandangan berbeda. General Chamber of Commerce, Lai Cheng-yi menyampaikan, bagi industri pariwisata, peraturan baru hari libur penganti ini merupakan kabar gembira, bisa merangsang konsumennya, tetapi bagi kebanyakan industri produk lainnya ini merupakan berita buruk, yang berarti penambahan biaya produksi, dapat melemahkan daya sain, untuk itu Lai merekomendasikan pemerintah untuk mempertimbangkan dengan lebih seksama.
Sekjen Pekerja Nasional, Tzai Lien-sheng juga mengemukakan, komunitas bisnis telah berulang kali meminta pemerintah untuk lebih seksama mempertimbangkan ini, sebenarnya “tidak harus” memberikan lebih banyak hari libur lagi. Tzai Lien-sheng mengatakan, tambahan satu hari libur nasional berarti tambahan biaya produksi sebesar 8,6 milyar dollar Taiwan.
Ketua Federasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Lin Hui-ying menyampaikan, jika pemerintah telah mengaturnya, federasi UKM hanya dapat menerimanya, dan berharap tenaga kerja dapat bekerja dengan lebih efisien, ia optimis dengan efek positif dari liburan tambahan terhadap efisiensi kerja Tenaga Kerja.