(Taiwan, ROC) – Menteri Keuangan Chang Sheng-ford pada hari Rabu tanggal 1 April lalu dalam tayangan langsung di situs Yuan Eksekutif, menyampaikan sikap pemerintah berkenaan dengan keikutsertaan dalam keanggotaan Bank Investasi Infrastruktur Asia atau AIIB. Ada netters yang meragukan keikutsertaan Taiwan dalam AIIB sebagai sebuah tindakan diplomasi luar negeri yang menghabiskan uang, karena harus menyetor dana investasi sebesar NT$ 2,2 milyar. Chang Sheng-ford mengumpamakan tindakan investasi tersebut bagaikan melakukan investasi dalam bursa saham, dan hal terburuk yang akan dihadapi adalah dana senilai NT$ 2,2 milyar, akan berubah menjadi layaknya kertas pelapis dinding. Perumpamaan Chang sendiri juga telah menimbulkan berbagai suara pro dan kontra.
Berkenaan dengan hal tersebut, Perdana Menteri Mao Chi-kuo dalam rapat Yuan Eksekutif pada hari Kamis tanggal 2 April menyebutkan bahwa jika sejak awal telah memastikan kriteria keikutsertaan serta nama yang sesuai dengan tidak merendahkan martabat sebuah negara, maka semua hak keanggotaan pasti akan terlindungi, dan dana investasi senilai NT$ 2,2 milyar juga tidak akan menjadi kertas pelapis dinding.
Juru Bicara Yuan Eksekutif, Sun Lih Chyun menyampaikan, “Perdana Menteri menyebutkan jika sejak awal kita dapat memastikan kriteria, nama yang sesuai dengan martabat, berasaskan keadilan, maka semua hak keanggotaan akan terlindungi, sama halnya dengan negara-engara dari kawasan Eropa, Amerika atau Asia lainnya. Selagi dapat sesuai dengan pengawasan dari badan Legislatif, maka ke depannya, dana investasi senilai NT$ 200 juta ataupun NT$ 2,2 milyar, tidak akan berubah menjadi kertas dinding. Untuk itu sejak awal, kita harus dapat memastikan keanggotaan dapat diperlakukan secara adil dan damai.”
Mao menegaskan jika tidak diperlakukan secara adil dan bermartabat, maka Taiwan boleh tidak ikut serta dalam AIIB. Mao sendiri juga menunjuk Wakil Perdana Menteri Chang Shan-cheng untuk memonitor kerja kelompok khusus keanggotaan AIIB, selain itu juga harus terus melakukan komunikasi dengan pihak Yuan Legislatif.
Menteri Keuangan, Chang Sheng-ford pada hari Kamis tanggal 2 April menjelaskan Taiwan telah mengajukan surat keinginan keikutsertaan dalam keanggotaan AIIB. Selanjutnya akan terus melakukan pemonitoran dan kerja keras. Chang menambahkan bahwa pada tanggal 10 April mendatang, Kepala Yayasan Pertukaran Antar Selat atau SEF, Lin Joen-sane akan bertemu dengan Kepala Asosiasi Relasi Antar Selat Taiwan atau ARATS, Chen Der-ming, di Xian Daratan Tiongkok. Pertemuan tersebut juga akan sekaligus membahas mengenai nama yang akan dipergunakan oleh pihak Taiwan dalam keanggotaan AIIB. Jika nama yang dipergunakan dapat merendahkan martabat dan derajat Taiwan, maka lebih baik tidak ikut serta bergabung dalam AIIB.
Chang menjelaskan ikut serta bergabung dengan AIIB akan sama halnya dengan keanggotaan dalam ADB, dimana masing-masing anggota memiliki kesempatan untuk ikut serta dalam rapat anggota, membahas masalah intern organisasi dan menyampaikan pendapat, sehingga Taiwan memiliki peluang untuk berusara dalam kancah internasional.