(Taiwan, ROC) - Pembahasan perdagangan barang antar selat ke-10 di Beijing berlangsung pada hari ini(31), adapun pembahasan mencakup panel, peralatan mesin, automotif, petrokimia dari keempat industri ini mendapat fasilitas pelonggaran kebijakan tarif pajak, perwakilan dari Taiwan sangat mengkhawatirkan perjanjian FTA Daratan Tiongkok-Korea Selatan apakah juga akan memberikan pengaruh.
Pembahasan perdagangan barang antar selat ke-10 diprakirakan akan selesai pada tanggal 2 April, sekjen biro perdagangan internasional,Yang Jen-ni(楊珍妮) menjadi negosiator utama delegasi Taiwan, sementara pihak Daratan Tiongkok belum memberikan informasi siapakah yang akan memimpin delegasi dalam pembahasan ini. Di masa lalu pada bulan September, pembahasan perdagangan barang antar selat ke-9 berlangsung di Ciaoshi, Ilan, oleh Daratan Tiongkok diwakili Chen Xing(陳星) deputi kementerian perdagangan kawasan Taiwan, Hongkong dan Makau sebagai negosiator.
Pembahasan FTA Daratan Tiongkok-Korea Selatan berakhir pada tahun lalu, di tahun ini pada tangal 25 Februari menyusun draf, untuk isi perjanjian berbahasa Inggris telah dikeluarkan. Kemenko memprakirakan, perjanjian FTA Daratan Tiongkok-Korea pada paruh awal tahun ini akan secara resmi melakukan penandatanganan, pelaksanaan dari perjanjian ini paling cepat akan berjalan pada bulan Januari tahun depan, pihak Taiwan akan mendalami hal ini termasuk juga mengkonfirmasi apakah kerjasama Daratan Tiongkok – Korea juga memberikan pelonggaran tarif pajak atau bebas pajak, serta hal terkait yang memberikan pengaruh bagi industri Taiwan.
Kerjasama Daratan Tiongkok-Korea dalam FTA menjadi pukulan bagi Taiwan, di masa lalu pada bulan Desember, antar selat telah menjalankan pembahasan secara tehnis dalam bidang 4 industri besar. Masyarakat luar mengharapkan, pembahasan perjanjian barang antar selat yang berlangsung pada hari ini, antar kedua belah pihak membahas 4 bidang industri, memasuki tahap permintaan dan penawaran harga, keterbukaan pasar untuk proyek tertentu dan penurunan tarif pajak.