Presiden Ma Ying-jeou telah menerangkan pendirian mendukung partisipasi dalam Bank Investasi Infrastruktur Asia (Asian Infrastructure Investment Bank, AIIB), maka Taiwan tidak akan absen dari organisasi finansial regional tersebut, asalkan martabat nasional bisa terjaga dan perlakuan sederajat bisa diterima oleh Taiwan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) Andrew Hsia Li-yan ketika menghadiri sidang interpelasi di rapat Komisi urusan Dalam Negeri Yuan Legislatif pada hari Senin (30/3).
Hsia memberitahukan legislator, Presiden Ma telah memberi petunjuk yang jelas perihal AIIB dan Yuan Eksekutif Senin pagi juga telah membuka rapat antar kementrian untuk membicarakan hal yang sama.
Prinsip yang akan ditaati adalah, partisipasi AIIB akan ditangani oleh MAC dengan menghubungi Kantor Urusan Taiwan atau lembaga bersangkutan lain di Daratan Tiongkok, dan Taiwan akan menunggu pengumuman regulasi AIIBs sebelum mengevaluasi dan kemudian memutuskan apakah akan menjadi anggotanya.
Hsia mengatakan, “Republik Tiongkok memiliki kondisi nasional yang istimewa, bukan ingin ikut langsung bisa ikut, melainkan harus mempertimbangkan martabat nasional. Dibawah syarat dihormatinya martabat, dan diterimanya perlakuan sederajat, kami baru bersedia ikut serta. Presiden juga telah secara terbuka menyataan kesediaan untuk berpartisipasi, maka kita tidak akan absen dari AIIB.”
Perihal desas-desus mengenai kemungkinan diadakannya pertemuan antar pemimpin kedua belah Selat Taiwan, yaitu antara Presiden Ma Ying-jeou dan Presiden RRC Xi Jinping, Hsia menegaskan, tidak ada rencana semacam ini yang sedang ditangani MAC, tidak ada instruksi dari Presiden Ma, dan dia sendiri juga tidak mengetahui ada hal tersebut.