Serangkaian kebijakan penjatahan air yang dijadwalkan mulai dilaksanakan pekan ini di Kota Taoyuan serta sejumlah daerah di Kota Taipei Baru telah diputuskan untuk diundurkan sepanjang seminggu, demikian diumumkan Perdana Menteri Mao Chi-kuo usai menghadiri upacara pembukaan Pusat Inovasi Taiwan di Taipei pada hari Senin (30/3).
Penjahatan air di Kota Taoyuan dan sebagian daerah Kota Taipei Baru akan berlaku mulai 8 April, lebih lambat satu minggu daripada 1 April yang dijadwalkan sebelumnya, tutur Mao.
Menurutnya, diundurkannya waktu pelaksanaan penjatahan air ini diperkirakan akan memudahkan rakyat menikmati liburan Festival Qingming (Chengbeng) sepanjang empat hari, yang juga diperingati warga Taiwan sebagai waktu untuk menyembahyangi dan membersihkan makam leluhur.
Penjatahan air diputuskan dilaksanakan untuk daerah Taoyuan dan Taipei Baru disebabkan gejala kemarau di Taiwan utara, yang ternyata tidak mampu diredakan meskipun hujan turun terus sepanjang hampir satu pekan silam.
Menurut statistik terbaru dari Biro Cuaca Sentral (CWB), level air waduk penyimpan air Shihmen, pensuplai air utama untuk kedua wilayah tersebut, mencatat 219,83 meter pada hari Minggu (29/3), lebih tinggi 2,66 meter daripada 217,17 meter yang dicatat pada Senin (23/3) lalu.
CWB melaporkan, hingga Minggu siang, volume air di waduk Shihmen adalah 49,31 juta meter kubik, yaitu 24,50% dari kapasitas totalnya. Meski mencatat kenaikan volume 20% dibandingkan Senin lalu, penyimpanan air masih belum cukup bagi kebijakan penjatahan air untuk sepenuhnya dibatalkan.
Rencananya, penjatahan air kali ini akan dilaksanakan dua hari per minggu secara bergiliran untuk Kota Taoyuan serta Distrik Linkou, Banqiao dan Xinzhuang di Kota Taipei Baru. Berapa panjang masa penjatahan ini dan kapan penjahatan berakhir atau apakah akan diundurkan lagi, tergantung pada perubahan cuaca di satu pekan mendatang.