History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Ancaman NIIS/ISIS nyata, bukan pengalihan isu

  • 26 March, 2015
  • Editor
Ancaman NIIS/ISIS nyata, bukan pengalihan isu

(RTI/ANTARA) - Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), KH M Misbahus Salam, menilai, pemberitaan kiprah kelompok radikal yang menamakan diri Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS/ISIS) bukan pengalihan isu, karena NIIS/ISIS ini telah menjadi ancaman nyata.

"Tempo hari beredar di youtube, seorang pentolan NIIS/ISIS, Abu Jandal al-Indonesi, mengeluarkan ancaman kepada Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, Kepolisian Indonesia, Densus 88, dan Banser NU," katanya.

"Sementara kini sudah ada sejumlah WNI yang bergabung dengan ISIS di Suriah,"katanya kepada pers, di Jakarta, Kamis. Karena itu Salam menyambut baik pelaksanaan Konferensi Internasional tentang Terorisme dan NIIS/ISIS yang dibuka Wakil Presiden, Jusuf Kalla, di Jakarta, pada 23 Maret 2015. Konferensi itu langkah antisipatif untuk melindungi masyarakat dari pengaruh buruk yang lebih jauh dari ancaman NIIS/ISIS.

Misbahus Salam lebih lanjut mengemukakan, terorisme dan radikalisme sudah ada di Indonesia, terbukti pengeboman dan bom bunuh diri ali, di Poso, dan di Jakarta (di HOTEL  JW Marriot) beberapa waktu lalu dengan dalih agama.

Dalam kaitan itu ia mengingatkan, penyimpangan pemikiran kalangan teroris dan radikalis dalam memaknai teks-teks Al-Quran dan Al-Hadist harus diimbangi dengan harakah pemikiran sesuai tafsir yang sejalan dengan nilai-nilai luhur ajaran Islam.

Namun ia juga menekankan ketegasan dari pemerintah, dalam hal ini aparat penegak hukum untuk menindak kelompok-kelompok teroris dan radikalis, termasuk golongan yang anti negara Indonesia dan Pancasila.

Tapi menurut dia pemerintah juga perlu mengajak masyarakat, terutama tokoh agama dan kalangan media massa dalam upaya menyelamatkan warga Indonesia dari ancaman terorisme dan radikalisme di mana pun mereka berada.

Dia juga mengingatkan, salah satu kalangan yang relatif rentan terhadap pengaruh gerakan terorisme dan radikalisme adalah pelajar dan mahasiswa.

Komentar

Terbarumore