History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Ma : Melayat Ke Singpura Berjumpa Teman Lama

  • 25 March, 2015
  • Editor
Presiden Ma : Melayat Ke Singpura Berjumpa Teman Lama
Presiden Ma : Melayat Ke Singpura Berjumpa Teman Lama

(Taiwan, ROC) – Setelah persiapan yang tertutup dan kemarin pagi (24) Presiden Republik Tiongkok Ma Ying-jeou dengan pesawat khusus berangkat ke Singapura untuk menghadiri upacara penghormatan kepergian mantan Perdana Menteri Lee Kuang-yew yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan dua mata dengan Perdana Menteri Lee Hsien Loong. Setelah berhenti 3 jam di negeri itu, kepala negara kembali dan tiba di Taiwan tadi malam.

Saat di bandara, kepala negara menyampaikan, hubungan Lee Kuang-yew dengan Taiwan sangat dekat, sudah 25 kali berkunjung keTaiwan dan boleh dikata diantara seluruh kepala negara beliau adalah yang paling sering berkunjung, Lee Kuang-yew sangat perduli dengan hubungan antar selat dan mendorong terjalinnya hubungan antar selat yang damai, di tahun 1993 menjadi mediator  “Pertemuan Ku-Wang”, ini merupakan tonggak sejarah hubungan antar selat.  

Presiden Ma menyampaikan bahwa kunjungan yang mengatasnamakan teman lama adalah untuk menyampaikan bela sungkawa kepada almarhum.

Kepala negara mengatakan : Hari ini saya ke Singapura untuk mengikuti upacara penghormatan keluarga Lee, ini adalah persahabatan mendalam antara dua generasi yang berbeda dan kesempatan untuk menyampaikan turut berdukacita mendalam kepada negarawan yang besar itu.

Mengenai persiapan yang bersifat tertutup ini, presiden menjelaskan, semua ini dilakukan atas dasar menjunjung tinggi perjanjian dengan Singapura, sehingga tidak akan ada pers rilis. Ketika ditanya apakah kunjungan ini adalah atas nama pribadi, Ma menegaskan, kemanapun beliau pergi mana mungkin menggunakan atas nama pribadi.

    Presiden Ma apresiasi kepada Menteri Luar Negeri Lin Yung-lo (林永樂) dan Representatif Republik Tiongkok di Singapura Hsieh Fa-da (謝發達) yang bekerja dengan efektif, hanya dalam kurun waktu 32 jam setelah kepergian almarhum Lee Kuang-yew menyelesaikan agenda ini. Presiden juga mengucapkan terima kasih atas koordinasi Singapura sehingga beliau berkesempatan memberikan penghormatan terakhir. Beliau berharap untuk kedepannya kedua negara dengan semangat yang sudah pernah ada terus mempererat hubungan bilateral.

Komentar

Terbarumore