(Taiwan, ROC) – Dewan Pengawasan Pangan dan Obat (FDA) beberapa saat yang lalu mengeluarkan laporan hasil pemeriksan di pasar dimana ada 283 jenis makanan Jepang berasal dari 5 kabupaten dan kota wilayah bencana nuklir Fukushima dimana ada penggantian label asal produk kemudian di ekspor ke Taiwan bercampuran dengan produk lainnya.
Menteri Kesehatan Chiang Been-huang (蔣丙煌) hari ini (25) menyampaikan bahwa pihaknya telah memerintahkan kepada pengusaha sebelum 27 tengah malam harus menarik seluruh produk yang ada di pasaran. Ia menegaskan, setelah pemeriksaan terhadap 283 produk sudah tuntas 193 dimana tidak terdeteksi radiasi.
Dalam laporan di Gedung Yuan Legislatif, ia “diteror” oleh legislator oposisi bahwa pemerintah tidak ketat sehingga produk yang diduga terkena radiasi berhasil masuk ke dalam negeri.
Legislator DPP Lin Su-fen (林淑芬) menyampaikan, FDA seharusnya sejak awal meminta Jepang untuk melampirkan “Sertifikat Asal” untuk produk makanan yang diekspor ke Taiwan sedangkan untuk produk susu, buah-buahan, daun teh dan 9 produk pangan lainnya melampirkan “Sertifikat Radiasi”, dimana semua ini adalah tanggung jawab Jepang namun sampai saat ini tidak dilakukan oleh FDA.
Dirjen FDA Ching Yu-mei (姜郁美) menjelaskan, sudah ada kesepakatan soal Sertifikasi antar Taiwan dengan Jepang, diharapkan dalam 2 minggu ini tuntas dan bisa diimplementasikan akhir Juni tahun ini.
Ia menyampaikan : Untuk Sertifikat ofisial sudah ada kesepakatan, namun masih ada yang belum selesai yaitu adalah formatnya, untuk pengumumannya mungkin bisa lebih awal namun untuk pelaksanaanya karena mereka masih perlu waktu untuk persiapan, prosedur adminstrasinya sama seperti kita, butuh waktu (wartawan : jadi waktu pelaksanaa apakah bulan Juni?) Untuk pelaksanaan kami berharap secepatnya, semoga bisa diberlakukan sebelum akhir Juni.
Ketua Yuan Eksekutif Mao Chih-kuo (毛治國) hari ini menyampaikan, Kementerian Kesehatan melalui sistem berhasil melacak produk yang bermasalah, namun dari masa pemeriksaan hingga pengumuman ada jedah waktu, ini perlu dievaluasi. Perdana Menteri juga menyebutkan, setelah masalah ditemukan, Dewan Energi Atom segera memeriksa produk asal wilayah radiasi, sampai saat ini belum ditemukan ada produk yang terkena radiasi.