Tokyo, Senin, 23 Maret 2015 (RTI/ANTARA) - Kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Jepang diawali acara kunjungan kehormatan kepada Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko di Istana Kekaisaran di Tokyo.
Sebelum mengawali kunjungan, Presiden Jokowi meminta masukan kepada sejumlah menteri Kabinet Kerja yang turut serta dalam acara itu di Hotel Imperium Tokyo, Senin pagi.
"Pagi ini saya ingin meminta masukan yang berkaitan dengan pertemuan baik yang dengan Kaisar maupun Perdana Menteri Abe," kata Presiden.
Pada kesempatan itu, hadir Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menlu Retno Marsudi, Menhan Ryamizard Ryacudu, Mendag Rachmat Gobel, Menteri BUMN Rini Soemarno, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kepala BKPM Franky Sibarani, Plt Kepala Sekretariat Presiden Djarot Sri Suliatyo, Sekretaris Militer Presiden Laksda TNI Tri Wahyudi Sukarno, serta Dirjen Protokol dan Konsuler Kemenlu/KPN Ahmad Rusdi.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan dia hanya akan membicarakan masalah-masalah sosial dan budaya dengan Kaisar Akihito dalam kunjungannya ke Jepang.
"Masalah budaya, seni. Tidak ada hal yang serius seperti ekonomi dan lain-lain," kata Presiden sebelum mengunjungi Kaisar Akihito di Tokyo, Senin.
Presiden mengatakan bahwa Kaisar Akihito, yang naik tahta Jepang sejak 1989, punya perhatian khusus pada masalah ekologi dan biota laut, dan dia akan berbicara mengenai masalah itu saat bertemu dengannya.
Presiden diterima oleh Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko di Audience Room (Take-no-Ma), King Palm Room, Imperial Palace.
Rencananya, Presiden didampingi Iriana Joko Widodo juga akan sekaligus melakukan jamuan santap siang di Dining Hall, Imperial Palace dan melihat ikan koi.
Pertemuan itu diagendakan selama sekitar 2 jam dari mulai pukul 11.35 hingga 14.15 waktu setempat.
Presiden RI dan Ibu Negara meninggalkan Istana Kaisar melalui South Porch (Minami-Kurumayose), Imperial Palace.