(Taiwan-ROC) – Pihak Daratan Tiongkok pada awal tahun ini di Beijing, menggelar pertemuan tingkat menteri dengan negara-negara kawasan Amerika Latin dan Karibia. Beberapa negara sahabat Republik Tiongkok juga mengutus perwakilannya untuk hadir dalam pertemuan tersebut. Pakar ahli Academia Sinica, Ju Yun-han dalam salah satu seminar yang digelar sebelumnya sempat menyebutkan bahwa pertemuan tersebut akan berkembang menjadi sebuah forum tingkat tinggi dalam kurun 5 tahun mendatang. Diprediksi pimpinan dari negara-negara sahabat Republik Tiongkok juga akan hadir dalam ajang tersebut.
Konselor Urusan Amerika Latin Kementrian Luar Negeri, Antonio Yeh saat diwawancara pada hari Kamis tanggal 19 Maret mengatakan bahwa pihak Kemenlu tidak dapat memberikan pendapat apapun berkenaan dengan kemungkinan yang diprediksi tersebut. Tetapi sepengetahuan dari pihak Kemenlu, pihak Daratan Tiongkok memang banyak memberikan janji manfaat di berbagai bidang kerjasama, namun tidak direalisasikan.
Antonio Yeh mengatakan, “Meskipun pernah beberapa kali membahas mengenai masalah kredit dan sebagainya, yang sebenarnya adalah manfaat yang dilontarkan dari mulut bukanlah manfaat yang sebenarnya. Untuk persyaratan dan waktu pelaksaan kredit juga tidak pernah diutarakan.”
Antonio Yeh menyebutkan bahwa semua perwakilan negara sahabat yang hadir dalam pertemuan tersebut, sebelumnya juga telah memberitahukan kepada Kemenlu, dan semuanya menegaskan bahwa kunjungan yang dilakukan ke Beijing hanya akan membahas masalah ekonomi dan bukan masalah politik.
Selain itu, Duta Besar Honduras di Taiwan, Rafael Fernando Sierra Quesada, sebelumnya juga pernah mengatakan bahwa Presiden Honduras, Juan Orlando Hernández Alvarado dijadwalkan akan berkunjung ke Taiwan pada bulan Juni mendatang. Berkenaan dengan rencana tersebut, Antonio Yeh sendiri menjawab bahwa pihak Kemenlu Honduras masih belum menerima surat kepastian kunjungan yang direncanakan oleh presidennya. Pihak Taiwan sendiri tetap berharap agar rencana kunjungan tersebut dapat terlaksana.
Antonio Yeh menambahkan sehubungan dengan rencana pembukaan kantor kedutaan negara Saint Lucia dari kawasan Karibia di Taiwan telah ada kelanjutannya. Kini pihak Saint Lucia tengah mencari lokasi untuk kantor kedutaannya, dan akan berkelanjutan dengan penandatangan kesepakatan. Hal ini diperkirakan akan berlangsung pada pertengahan bulan Juni mendatang.
Menteri Luar Negeri Perdagangan Internasional dan Aeronotika Saint Lucia, Alwa Baptiste, saat menerima wawancara dari pihak Kantor Berita CNA di bulan Februari silam menjelaskan bahwa hubungan antara Saint Lucia dengan Republik Tiongkok berjalan stabil, dan rencana pembukaan kantor kedutaan di Taiwan sendiri akan menjadi kantor kedutaan pertama bagi Saint Lucia di luar negeri.