History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Ma: Hasil Baik Pembangunan Ekonomi Berkewajiban untuk Bantu Negara Lain

  • 19 March, 2015
  • Editor
Presiden Ma: Hasil Baik Pembangunan Ekonomi Berkewajiban untuk Bantu Negara Lain
Presiden Ma: Hasil Baik Pembangunan Ekonomi Berkewajiban untuk Bantu Negara Lain

(Taiwan-ROC) – Presiden Ma Ying-jeou pada hari Kamis tanggal 19 Maret saat menerima kunjungan dari Presiden Direktur Bank Rekonstruksi dan Pembangunan Eropa atau EBRD, Suma Chakrabarti, mengatakan bahwa pihak bank EBRD banyak memberikan bantuan terhadap negara-negara yang ingin melakukan perubahan program ekonominya menjadi sistim ekonomi pasar. Prinsip membantu yang dilakukan oleh pihak bank EBRD, sama dengan prinsip yang dimiliki oleh Republik Tiongkok dalam mengupayakan bantuan kemanusian kepada yang membutuhkan.

Presiden Ma mengatakan, pihak IMF sebelumnya mengumumkan indeks daya beli PPP masing-masing negara. Untuk indeks GDP yang dimiliki oleh Taiwan adalah sebesar US$ 43.600, melebihi negara Jepang, Korea, Inggris dan Perancis. Hal ini disebabkan karena perekonomian di Taiwan telah berkembang hingga tahap tertentu. Sehingga Taiwan sendiri juga berkewajiban untuk dapat memberikan bantuan kepada negara lain. Oleh sebab itu pemerintah sendiri juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat membantu negara lain.

Presiden Ma Ying-jeou mengatakan, “Karena pembangunan ekonomi kita telah mencapai tahap tertentu, kita juga merasakan perlunya bagi negara untuk berpartisipasi dalam dunia internasional. Untuk itu kita sendiri juga telah menjalankan selama bertahun-tahun dengan sikap merendah. Karena jika ingin melakukan sesuatu melalui organisasi internasional, terkadang bisa menghadapi berbagai kesulitan. Ini karena masalah perpolitikan dunia internasional. Namun kita tidak pernah akan menyusut sekalipun demikian, bahkan akan berbuat lebih banyak lagi membantu negara-negara yang membutuhkan sesuai dengan kekuatan yang kita miliki.”

Presiden Ma menjelaskan bahwa Taiwan adalah pemasok produk energi tenaga surya dan lampu LED terbesar dunia. Selain itu, semua penerangan rambu lalu lintas kini juga telah diganti menjadi lampu jenis LED. Direncanakan, untuk lampu penerangan di jalan sendiri juga akan diganti menjadi lampu jenis LED. Seiring dengan semangat prinsip “Diplomasi yang hidup”, pihak Taiwan juga akan membantu pembangunan proyek energi tenaga surya di negara-negara sahabat, dan berharap dapat turut menurunkan polusi karbon dalam lingkungan.

Selain itu, Presiden Ma mengatakan bahwa dana sumbangan bantuan dari Taiwan kepada pihak Bank EBRD sebesar US$ 36 juta, menduduki peringkat tertinggi nomor 5 dunia. Banyak pengusaha Taiwan yang turut bergabung dalam program bantuan kerjasama yang diajukan oleh bank EBRD. Untuk tahun 2014, dengan adanya kerjasama yang terjalin telah membuahkan hasil senilai US$ 330 juta, ini merupakan bentuk kerjasama mutualisme bagi semua pihak.

Komentar

Terbarumore