(Taiwan, ROC) - Presiden Ma Ying-jeo pada hari Kamis tanggal 10 April saat bertemu dengan tim khusus dari Kamar Dagang Asia Taiwan atau ASTCC, kembali menegaskan tentang pentingnya Perjanjian Perdagangan dan Jasa terhadap Taiwan. Ma menjelaskan sejak pemerintah membuka pintu masuk investasi asal Daratan Tiongkok, telah banyak menciptakan lapangan pekerjaan yang baru. Selain itu, pasar Daratan Tiongkok yang sangat besar, menjadi satu peluang pasar bagi para pengusaha Taiwan untuk dapat memberikan pelayanan, misalnya usaha laundry, kecantikan, makanan dan lain sebagainya juga telah memiliki pasar sendiri di Daratan Tiongkok. Hal ini membuktikan bahwa daya saing Taiwan cukup besar.
Presiden Ma juga menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Taiwan, hampir 70% nya berasal dari nilai ekspor ke luar negeri. Oleh karena itu, siapapun yang duduk di kursi pemerintahan, ini merupakan satu cara yang harus ditempuh.
Presiden Ma mengatakan, “Taiwan merupakan sebuah bentuk perekonomian kecil yang terbuka, untuk dapat terus maju ke depan maka tetap harus membuka diri. 70% perkembangan perekonomian kita bergantung kepada nilai ekspor, yang mana prosentase ini cukup tinggi. Dalam kawasan Asia Tenggara, hanya Singapura saja yang prosentasenya melebihi Taiwan. Jika dibandingkan dengan Korea dan Jepang, kita masih tetap berada di atas. Oleh sebab itu, untuk dapat bertahan maka harus ada perdagangan. Jika kita menutup diri, tidak menjalin komunikasi dengan yang lain, maka kita akan terus menyusut. Dan ini adalah sebuah cara yang harus dijalankan, siapapun yang menduduki jabatan pemerintahan.”
Presiden Ma menyebutkan bahwa banyak khalayak luar yang mengkhawatirkan masalah keamanan negara berkenaan dengan perjanjian tersebut, namun pemerintah tentu telah membentuk satu sistim pertahanan. Ma mengambil contoh industri teknik, pengusaha asal Daratan Tiongkok hanya dapat melakukan investasi dalam bidang ini maksimal 12%, dan tidak menggunakan sistim belanja pemerintah, sehingga tidak diperbolehkan untuk mengikuti tender pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Hal ini diambil guna mengurangi kehawatiran masyarakat terhadap kualitas keamanan hasil produksi, dan untuk mencegah adanya pihak pengusaha asal Daratan Tiongkok yang mendapatkan tender dan membangun sarana serta prasarana milik pemerintah.
Presiden Ma juga menyebutkan jika Perjanjian Perdagangan dan Jasa ini tidak dapat lolos, maka akan memberikan pengaruh yang besar terhadap Taiwan. Partai oposisi DPP boleh mengajukan perbaikan atau perubahan. Jika tidak dapat tercapai satu kesepakatan, maka bisa mengambil cara pemberian suara secara demokrasi dan damai.