(Taiwan, ROC) - Komite kesehatan kesejahteraan, yuan legislatif mengadakan rapat pembahasan di hari ini(18) mengundang menaker Chen Hsiung-wen(陳雄文) untuk memberikan laporan kinerja terkait dengan kenaikan gaji pokok, aturan pengurangan jam kerja dan isu-isu lainnya yang menjadi perhatian publik.
Anggota legislatif partai Kuomintang(KMT), Wu, Yu-Jen(吳育仁) mengemukakan, setelah presiden Ma menjabat, untuk gaji pokok telah direvisi naik sebanyak 5 kali, jumlah akumulatif kenaikan mencapai 13%, namun masih lebih rendah dibandingkan dengan Daratan Tiongkok dengan kenaikan 20% dan negara Asia lainnya, dengan demikian Ia meminta agar di tahun ini selayaknya menaikkan gaji pokok 10% secara langsung hingga 22.000 dolar Taiwan.
Chen Hsiung-wen mengatakan, pada tahun ini tingkat pertumbuhan ekonomi Taiwan GDP mencapai 3,78%, masih ada ruang untuk kenaikan gaji pokok; namun, pada tahun ini indeks harga konsumen(CPI) dibandingkan dengan tahun lalu melemah, berapa besaran kenaikan gaji pokok semestinya tergantung pada keputusan dari rapat komite yang meninjau gaji pokok kwartal ke-3.
Chen Hsiung-wen mengatakan : “berdasarkan tren perkembangan saat ini, GDP pada tahun ini dengan tingkat pertumbuhan 3,78%, jika dilihat dari ide saling berbagi, semestinya keuntungan yang diperoleh perusahaan juga dibagi dengan karyawannya, saya pribadi beranggapan seharusnya sudah ada peluang kenaikan gaji.”
Mengenai masalah pengurangan jam kerja, Chen Hsiung-wen mengatakan, kemenaker telah mengusulkan untuk jam kerja normal standar dari 2 minggu 84 jam dikurangi menjadi per minggu 40 jam, atau dengan kata lain satu minggu 2 hari libur; namun bidang industri mengharapkan agar diganti dengan 2 minggu 80 jam, jumlah jam lembur semula dibatasi 46 jam ditambah menjadi 60 jam, penambahan jumlah bersifat fleksibel, hingga saat ini masih dalam pembahasan.