“Konsensus 1992,” kesepakatan antar Selat Taiwan bahwa hanya ada satu Tiongkok namun kedua pihak memiliki definisi tersendiri, adalah fondasi bagi sistematisasi negosiasi dan interaksi antara Taiwan dan Daratan Tiongkok.
Beijing hendaknya mengakui kenyataan keterpisahan Taiwan dan Daratan Tiongkok, secara pragmatis mempromosikan perkembangan hubungan damai dan stabil antar Selat Taiwan.
Demikian berdasarkan keterangan pers yang dirilis oleh Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) pada hari Minggu (15/3) petang, untuk merespon komentar Perdana Menteri Daratan Tiongkok Li Keqiang pada hari yang sama.
Disela kehadirannya dalam Kongres Rakyat Nasional ke 12 di Beijing, Li selain mengajukan kembali jaminan perlakuan istimewa bagi pengusaha Taiwan, juga menegaskan bahwa Daratan Tiongkok mentaati prinsip “satu Tiongkok” serta “konsensus 1992,” namun mengoposisi kemerdekaan Taiwan.
Merespon komentar tersebut, keterangan pers MAC menegaskan bahwa “konsensus 1992 dengan definisi tersendiri dari kedua pihak” adalah fondasi bagi sistematisasi negosiasi antar Selat Taiwan untuk menonjolkan kenyataan keberadaan Republik Tiongkok di Taiwan.
Menurut MAC, prinsip yang ditaati pemerintah dalam menangani kebijaksanaan Daratan Tiongkok adalah berusaha mempertahankan kondisi antar Selat Taiwan saat ini, yaitu “tidak mengusahakan reunifikasi Tiongkok, tidak mendeklarasikan kemedekaan Taiwan, dan tidak memakai kekerasan senjata.”
MAC juga menghimbau pihak Daratan Tiongkok untuk menyelami dan menghormati opini rakyat Taiwan, secara pragmatis mempromosikan perkembangan hubungan antar Selat Taiwan secara damai dan stabil.