(Taiwan-ROC) Kapal penangkap ikan Taiwan “Xiang Fu Chun” yang hilang lebih dari 2 minggu sejak tanggal 26 Februari lalu hilang di perairan Atlantik Selatan, Biro Perikanan, Dewan Pertanian, hari ini tanggal 13 Maret menyampaikan, berdasarkan berita telegram dari kantor perwakilan Republik Tiongkok untuk Argentina, pihak pemerintah Argentina akhirnya telah menyetujui untuk mengerahkan kapal besar dalam upaya pencarian kapal ikan yang hilang.
“Xiang Fu Chun”yang tanggal 26 Februari bertolak ke kepulauan Falkland, perairan Atlantik Selatan, dikabarkan terjadi rembesan air pada saat kapal berada di kejauhan 1700 mill laut, setelah itu hilang kontak, karena saat itu merupakan musim “cumi-cumi” sehingga banyak kapal yang berada disekitar itu, biro perikanan telah meminta kapal-kapal lain untuk mencarinya, tetapi hingga saat ini belum ada tanda-tanda ditemukan.
Kepala Biro Perikanan, Huang Hung-yen hari ini tanggal 13 Maret menyampaikan, karena system VMS dan EPIRB yang digunakan“Xiang Fu Chun”tidak memberikan sinyal, sehingga tidak diketahui posisi kapal tersebut, juga tidak dapat dipastikan apakah kapal ini masih mengambang di atas laut atau sudah tenggelam, untuk itu meminta pihak pemerintah Argentina mengijinkan mengunakan kapal besar dalam upaya pencarian, Huang Hung-yen mengatakan:Kemarin kami telah mendapat kabar telegram dari kantor perwakilan di Argentina, bahwa akhirnya pihak pemerintah Argentina bersedia mengerahkan kapal besar, sebuah kapal yang sangat besar, mirip dengan kapal perang yang dipersiapkan untuk memberikan bantuan.
Biro perikanan menyampaikan, sebelumnya saat ada resiko bajak laut, kapal ikan mengunakan system VMS atau EPIRB untuk memberitahukan posisi kapal, tetapi alat pemberitahuan posisi kapal Xiang Fu Chun tidak mengeluarkan sinyal, dari sekian lama ini, kapal yang hilang seperti ini merupakan yang pertama kali.
Karena di atas kapal Xiang Fu Chung, selain 2 nelayan berkewarganegaraan ROC, masih banyak nelayan berkewarganegaan lain seperti Daratan Tiongkok, Indonesia, Filipina dan Vietnam yang jumlah seluruhnya 49 orang, Biro Perikanan juga telah memberikan kabar berita serta daftar nama nelayan yang hilang dan akan segera diberitahu begitu ada kabar baru.