History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

MOL Usahakan Entaskan Masalah Administrasi Perekrutan Pekerja Asal Myanmar

  • 12 March, 2015
  • Editor
MOL Usahakan Entaskan Masalah Administrasi Perekrutan Pekerja Asal Myanmar
MOL Usahakan Entaskan Masalah Administrasi Perekrutan Pekerja Asal Myanmar

(Taiwan-ROC) – Komisi Kesejahteraan Masyarakat dan Kesehatan Lingkungan Yuan Legislatif pada hari Kamis tanggal 12 Maret meminta pihak Kementrian Ketenagakerjaan memberikan laporan berkenaan dengan isu pemerintah Indonesia yang akan menghentikan pengiriman tenaga kerja asing informal ke luar negeri dalam kurun 5 tahun mendatang. Menteri Ketenagakerjaan, Chen Hsiung-wen menjelaskan bahwa saat ini pihaknya belum secara resmi menerima surat pemberitahuan dari Indonesia berkenaan dengan isu tersebut, namun pihak Kementrian Ketenagakerjaan atau MOL menyatakan kebenaran akan adanya isu program penghentian pengiriman tenaga kerja informal ke luar negeri.

Guna mengisi kekurangan jumlah sumber daya manusia, Chen Hsiung-wen mengungkapkan pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan instansi terkait di Myanmar. Pihak yang bersangkutan juga menyatakan keinginannya. Untuk masalah budaya dan kualitas kemanusiaan juga sesuai dengan kehendak masyarakat. Untuk saat ini tengah digarap percobaan merekrut pekerja asal Myanmar, walaupun masih terdapat berbagai masalah berkenaan dengan administrasi yang harus dientaskan.

Chen Hsiung-wen mengatakan, “Hal yang paling mudah adalah kita sama-sama tidak memiliki kantor perwakilan, sehingga saat ingin mengajukan visa, maka calon pekerja Myanmar harus mengajukannya di Thailand. Sebagai seorang pekerja yang tinggal di pedesaan harus datang ke Thailand, ini merupakan sebuah jalur perjalanan yang cukup sulit. Perihal masalah pengajuan visa, ini merupakan pekerjaan administrasi yang harus dicari jalan keluarnya.”

Berkenaan apakah pekerja asal Myanmar adalah diperuntukan dalam bidang pertanian, Chen Hsiung-wen menegaskan bahwa hal tersebut karena masalah waktu pembahasan yang bersamaan semata. Yang dimaksudkan dengan pekerja industri pertanian, akan meliputi hal industri pemotongan hewan dan peternakan. Pekerjaan tersebut juga memiliki bagian batasannya tersendiri. Tetapi semuanya kembali kepada masalah waktu pemberlakukan program yang bersangkutan, bisa jadi pekerja asal Myanmar yang akan mengisi kekosongan pekerja bagian pertanian, tetapi bisa pula difungsikan untuk mengisi kekosongan pekerja bidang non formal.

Ketua Dewan Pertanian Chen Bao-ji mengungkapkan perekrutan tenaga kerja asing bidang pertanian akan lebih mengfokuskan kepada industri susu dan perusahaan jasa pemotongan hewan. Tetapi hingga saat ini memang masih belum diambil keputusan finalnya. Jika akan dijalankan, waktu pelaksanaannya berkemungkinan setelah bulan Mei atau Juni mendatang. Yang perlu diperhatikan disini, tidak semua pekerja akan menggunakan pekerja asing, dimana akan tetap menggunakan metode perbandingan 4 pekerja dalam negeri berbanding 1 pekerja asing.

Komentar

Terbarumore