(Taiwan-ROC) – Ketua Dewan Energi Atom, Tsai Chun-hung hari Kamis tanggal 12 Maret menyampaikan, Dewan Energi Atom tengah memeriksa pengajuan perpanjangan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir 1 (PLTN 1), diperkirakan pada bulan Juli hingga Agustus tahun depan akan berakhir, tetapi proses pemeriksaan mungkin akan dimajukan atau malah ditunda, tergantung data informasi perusahaan Taipower apakah dapat menyakinkan Dewan Energi Atom.
Menjelang aksi anti-nuklir nasional berlangsung, mantan anggota pengamat keamanan PLTN, Lin Zong-xiao beberapa hari lalu mengemukakan artikel yang mengusulkan “Teori kebijakan energi nuklir” dan beranggapan tidak seharusnya PLTN 4 dibekukan, harus segera mengambil keputusan keberadaannya. Terkait PLTN 2 dan 3 apakah harus diperpanjang 20 tahun sebagai transisi dan energi cadangan dari sumber daya energi yang terbarukan.
Ketua Dewan Energi Atom, pada tanggal 12 Maret ketika hadir dalam rapat anggota komite pendidikan dan kebudayaan, Yuan Legislatif menyampaikan, Dewan Energi Atom adalah mekanisme pengendalian keamanan, tidak dapat memutuskan pengisolasian PLTN 4, dan saat ini kebijakan pemerintah mengisolasi PLTN 4, dewan energi atom tidak ada pendapat, hanya melakukan pemeriksaan perencanaan isolasi dan pengendalian keamanan selama masa isolasi.
Tsai Chun-hung juga mengemukakan, kekuasaan untuk memutuskan diteruskan atau tidaknya PLTN berada di tangan kementerian ekonomi, Dewan Energi Atom masih menunggu hingga perpanjangan PLTN 2 dan 3 diajukan oleh Taipower, baru kemudian dapat secara melakukan pemeriksaan.
Tsai Chun-hung menyampaikan, saat ini dewan energi atom sudah melakukan pemeriksaan perpanjangan PLTN 1, diperkiraan pada bulan Juli hingga Agustus tahun depan sudah diketahui hasilnya. Tsai mengatakan, “Kami memperkirakan sejak dari awal pemeriksaan sampai selesai memerlukan waktu sekitar 2 tahun, tetapi ini juga hanya perkiraan, karena masih harus melihat proses pemeriksaan, apakah data yang diberikan Taipower dapat menyakinkan kami, maka dari itu, dari perkiraan ini seharusnya tahun depan antara pertenggahan Juli hingga Agustus.”
Ketika ditanya media apakah masih ada sumber energi penganti lainnya terkait dengan arahan Taiwan menjadi “Taman bebas nuklir”? Tsai membeberkan, berdasarkan data kementerian ekonomi, karena keterlambatan dari pengoperasian PLTN 4, ditambah resiko kekurangan pasokan listrik nasional dengan meng-nonaktifkan PLTN tetap ada.