(Taiwan, ROC) – Januari tahun ini, Taiwan digegerkan dengan flu unggas, termasuk angsa, bebek, ayam dan unggas darat dan air tidak lolos. Sampai dengan tanggal 9 Maret, total sudah 867 peternakan dibersihkan, 6.3 juta unggas dimusnahkan, total kerugian yang tercatat mencapai 2,5 miliar dolar Taiwan.
Namun, epidemik flu unggas ini sudah mulai terkendalikan, Menteri Dewan Pertanian (COA) Chen Bao-ji (陳保基) hari ini (11) saat membuka “Seminar Internasional Pencegahan dan Pengendalian Flu Unggas 2015” menyampaikan, laporan kasus flu unggas di tangal 10 adalah nihil, ini adalah pertama kali dalam kurun waktu 2 bulan. Ia berharap melalui seminar ini dapat membagi pengalaman Taiwan serta juga mendengar pengalaman negara-negara lain.
Ia menyampaikan : Kemarin untuk pertama kalinya tidak ada laporan baru HPAI, dari yang sebelumnya sehari ada 40 kasus, kemarin nihil. Petugas kami bekerja dengan tekun, liburan imlek pun masih tetap bekerja.
Ketua Perkumpulan Penelitian Sosial dan Hewan Taiwan (EAST) Chu Tseng-hung (朱增宏) saat ditanya menyampaikan, seminar kali ini mengundang cendikiawan dari Korea Selatan, Jepang, Belanda, Inggris untuk membahas teknologi pemusnahan yang baru serta menegaskan kesejahteraan hewan dan keselamatan petugas, ini sebagai acuan bagi Taiwan.
Wakil Ketua Yuan Ekseskutif Chang San-cheng (張善政) menyampaikan, saat pemerintah menanggulangi epidemik flu burung adalah berpegang pada prinsip transparan dan terbuka, COA telah melakukan rapat antisipasi lebih dari 60 kali, sedangkan untuk tingkat Yuan Eksektutif sudah 7 kali, sampai dengan tanggal 10 tidak ada lagi laporan kasus baru, ini membuktikan bahwa kemampuan penanggulangan epidemik Taiwan maju satu langkah besar.