(Taiwan, ROC) – Persoalan antar selat tentang awal kesepakatan rute penerbangan M503, pihak Daratan Tiongkok juga menunda pelaksanaan penerbangannya. Menteri kantor urusan Daratan Tiongkok, Andrew Hsia pada hari ini(9) saat sidang interpelasi mengatakan, tidak puas dengan hasil keputusan sememtara, oleh karena itu hingga saat ini masih berkomunikasi dengan Daratan Tiongkok, secara tegas mengharapkan agar rute penerbangan M503 dapat dipindahkan lebih jauh mengarah ke barat.
Daratan Tiongkok menggaris rute penerbangan garis tengah selat Taiwan, membuat Taiwan mengkhawatirkan keamanan udara. Hasil rilis dari penerbangan Daratan Tiongkok, rute penerbangan baru M503 dengan jarak antara garis tengah selat Taiwan, jarak terdekat 7,8 kilometer, dengan demikian menteri kantor urusan Daratan Tiongkok, Andrew Hsia pada tanggal 9 maret saat sidang di yuan eksekutif menyampaikan, pemerintah tidak puas dengan hasil sementara atas pembahasan rute penerbangan M503, masih akan berlanjut untuk bernegosiasi, bekerjasama dengan instansi terkait agar bisa mengupayakan kepentingan Taiwan secara optimal.
Andrew Hsia mengatakan: “kami tidak puas dengan hasil yang didapat saat ini, mengharapkan agar terus bernegosiasi, dalam kondisi bersyarat masih dapat menerima, hal utama yang dilakukan adalah terus berlanjut menegosiasikan agar rute penerbangan dapat diarahkan lebih ke barat, diusahakan bergerak ke barat, masih akan mendiskusikan persyaratan lain, langkah-langkah pendukung akan ikut disampaikan.”
Mengenai perkembangan pertemuan antar selat tingkat tinggi (pertemuan Hsia-Zhang), Andrew Hsia menegaskan, masih harus melihat kondisi perkembangan selanjutnya. Namun dari pertanyaan anggota legislatif, Andrew Hsia menekankan, di masa mendatang saat menjalankan pertemuan Hsia-Zhang, Ia pasti akan menyampaikan kepada direktur kantor urusan Taiwan, Zhang Zhi-jun atas rasa ketidakpuasan terhadap persoalan M503.