(Taiwan, ROC)- Direktorat jenderal budget, akuntansi dan statistik(DGBAS) pada hari ini(9) mengumumkan indeks harga konsumen(CPI) tahunan pada bulan Februari mengalami penurunan 0,19%, secara berturut-turut dalam kurun dua bulan mengalami penurunan, jika meniadakan harga sayur mayur dan sumber energi; harga daging babi pada saat perayaan imlek mengalami permintaan besar, CPI naik hingga 19,2%, mencatat data tertinggi dalam waktu 78 bulan.
DGBAS mengemukakan, indeks harga konsumen (CPI) bulan februari dibandingkan pada tahun lalu periode yang sama mengalami penurunan 0,19%, selama 2 bulan berturut-turut mengalami penurunan, dikarenakan faktor utama dari harga bensin selama 3 bulan berturut-turut menurun leih dari 20%, ditambah dengan program bonus penurunan harga listrik 24,72%; jika meniadakan harga sayur mayur dan sumber energi, indeks harga inti naik 1,78%, secara keseluruhan harga barang naik dan tidak perlu mengkhawatirkan masalah deflasi.
Hal yang patut diperhatikan, harga produk makanan naik 3,12%, dibandingkan dengan masa lalu relative mengalami penyusutan, diantaranya makanan olahan mengalami kenaikan 4,7%, jajanan luar naik 3,76%, ini merupakan skala peningkatan terkecil selama 10 bulan; untuk jenis telur naik 13,51%, jenis daging, sayuran dan produk perikanan juga mengalami kenaikan, daging baik dikarenakan faktor perayaan imlek dan menjadi pengganti jenis unggas, harga naik 19,2% mencatat rekor tertinggi selama 78 bulan. Kepala divisi pendataan harga barang keseluruhan, Chen Ya-mei(陳雅玫) mengatakan: untuk jenis daging babi, bulan februari dibandingkan dengan bulan Januari dengan skala peningkatan terdapat sedikit kenaikan, bulan Januari naik 16%, bulan februari meningkat 19%, sebagian dikarenakan perayaan imlek, sehingga permintaan daging menjadi tinggi, dan juga diakibatkan adanya flu burung sehingga masyarakat memilih daging babi sebagai pengganti daging unggas.”
Hingga bulan februari indeks harga grosir(WPI), dibandingkan dengan tahun lalu pada bulan yang sama mengalami penurunan 8,49%, mencatat skala terbesar selama 65 bulan terakhir ini, secara utama disebabkan oleh penurunan harga minyak bumi, bahan kimiawi dan logam dasar, adanya penurunan pada indeks penjualan domestic 8,47%, indeks ekspor impor juga turun, DGBAS menyampaikan, kira-kira setelah 1~2 kwartal baru akan mempengaruhi konsumen.