Masyarakat Taiwan selatan dihimbau untuk menghemat penggunaan air karena gejala kemarau telah menjadi semakin serius dengan turun drastisnya level air di sejumlah sungai utama.
Level air Sungai Kaoping, yang mengalir melewati Kota Kaohsiung dan Kabupaten Pingtung, telah mencatat penurunan cukup besar akibat musim kemarau, demikian ungkap Lien Shang-yao, wakil ketua Kantor Sumber Air Wilayah Selatan dibawah Kementrian Ekonomi.
Lien menyerukan publik untuk menghemat penggunaan air karena warga Kaohsiung bergantung pada Sungai Kaoping untuk 95% dari sumber penggunaan airnya.
Sementara itu, kecukupuan suplai air di Kota Tainan juga mulai menjadi masalah serius setelah level air waduk penyimpan air Zengwen dan Wusantou sama-sama turun ke 39,75% dari kapasitasnya.
Lien mengemukakan, kantornya sedang berupaya keras untuk menanggulangi masalah kekurangan air agar penjatahan air tidak akan diperluas dari pemakai perindustrian ke rumah tangga umum di Taiwan selatan pada akhir Mei.
Juga menurut Lien, data dari 13 stasiun pengamat Biro Cuaca Sentral (CWB) di berbagai pelosok Taiwan menunjukkan, volume curah hujan di Taiwan dari Oktober tahun lalu sampai Februari tahun ini mencatat rekor paling rendah sejak 1947.