(Taiwan-ROC) – Pihak pemerintah Daratan Tiongkok sebelumnya dalam situs resmi milik pemerintah mengumumkan hak kedaulatan atas kepulauan Diao Yu Tai dalam bahasa Inggris dan Jepang. Hal ini sempat membuat pertikaian sengit dalam dunia maya antara pihak Daratan tiongkok dengan pihak Jepang sendiri. Untuk itu, pemerintah Republik Tiongkok secara tegas kembali mengumumkan bahwa kepulauan Diao Yu tai adalah bagian dari Republik Tiongkok, sehingga hak kedaulatan atas pulau tersebut adalah milik Republik Tiongkok, dan hal ini tidak perlu diragukan lagi kebenarannya.
Pusat Informasi Kebaharian Instansi Kelautan Daratan Tiongkok pada akhir tahun lalu mengumumkan informasi mengenai hak kedaulatan atas kepulauan Diao Yu Tai dalam situsnya. Pada hari Rabu tanggal 4 Maret yang lalu, situs tersebut juga menambahkan penjelasan dalam bahasa Inggris dan Jepang. Pihak Kementrian Luar Negeri Amerika bahkan kembali mengeluarkan penjelasan berkenaan dengan kesepakatan keamanan yang ditandatangani dengan pihak Jepang. Pemerintah Jepang juga secara resmi meminta pihak Daratan Tiongkok untuk menghapuskan pengumuman tersebut, namun ditolak secara tegas oleh pihak Daratan Tiongkok.
Kementrian Luar Negeri Republik Tiongkok sendiri kembali menegaskan bahwa kepulauan Diao Yu Tai adalah bagian dari Taiwan, dimana wewenang pengawasannya berada di bawah pihak pemerintah daerah Kabupaten Yilan. Jika menilik dari unsur sejarah, letak geografis, struktur tanah, penggunaannya serta peraturan internasional lainnya, kepulauan Diao Yu Tai jelas adalah milik dan bagian dari Republik Tiongkok. Namun berkenaan dengan pertikaian yang terjadi antara pihak Daratan Tiongkok dengan Jepang kali ini, pihak Kementrian Luar Negeri tidak ingin memberikan tanggapan lebih lanjut.
Pihak media Inggris, BBC, juga sempat melaporkan pertikaian yang terjadi di antara ke dua belah pihak. Pihak Taiwan sendiri, selain tetap memperhatikan perkembangan isu terkait, juga melanjutkan tindakan yang perlu dilakukan misalnya melakukan promosi internasional. Presiden Ma Ying-jeou sendiri juga mencanangkan aksi “Perdamaian di Laut Timur”, dimana kegiatan tersebut juga merupakan sebuah aksi yang tegas dari pihak pemerintah Taiwan terkait masalah kepulauan Diao Yu Tai.