History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Ma Akan Mengundang Generasi Muda Keluarga Prajurit Veteran Datang ke Taiwan

  • 06 March, 2015
  • Editor
Presiden Ma Akan Mengundang Generasi Muda Keluarga Prajurit Veteran Datang ke Taiwan
Presiden Republik Tiongkok, Ma Ying-jeou

(Taiwan-ROC) – Tahun ini telah memasuki tahun ke 70 sejak kemenangan perang dunia ke 2. Presiden Ma Ying-jeou pada hari Kamis tanggal 5 Maret saat menerima kunjungan dari wakil ketua Hoover Institution dari universitas Stanford Amerika, yang juga merangkap sebagai kepala perpustakaan dan dokumen, Eric Wakin, menyebutkan bahwa pemerintah sendiri telah menggelar serangkaian kegiatan peringatan hari bersejarah. Untuk tahun ini akan mengundang para pakar yang belum pernah datang ke Taiwan ataupun generasi muda keluarga para prajurit veteran pasca perang.

        Presiden Ma menjelaskan bahwa Hoover Institution memiliki hubungan yang sangat erat dengan Republik Tiongkok, terlebih-lebih menyimpan banyak dokumen bersejarah yang berhubungan dengan masa era baru Republik Tiongkok, termasuk catatan masa pemerintahan mendiang Presiden Chiang Khai-shek dan Chiang Jing-guo. Seperti harapan dari khalayak luas, catatan sejarah yang tersimpan di Hoover Institution juga dapat memberikan informasi penting tentang sejarah kepada yang membutuhkannya.

        Presiden Ma mengatakan tahun ini genap 70 tahun kemenangan perang dunia ke dua. Pemerintah sendiri akan menggelar serangkaian kegiatan, mulai dari peringatan insiden jembatan Lugouqiao 7 Juli hingga peringatan hari penyerahan Taiwan kembali kepada Republik Tiongkok tanggal 25 Oktober. Dalam kegiatan peringatan kali ini juga akan mencoba mengundang para pakar ahli yang belum pernah datang ke Taiwan sebelumnya, atau anggota keluarga dari para prajurit veteran, misalnya cucu dari John Rabe, yakni Thomas Rabe.

        Saat peristiwa pembantaian di Nanqing, John Rabe sendiri sempat memberikan bantuan pertolongan kepada lebih dari 200 ribu masyarakat Tionghwa. Jika tanpa adanya bantuan dari john Rabe, maka diyakini jumlah korban yang tewas akan lebih banyak lagi. Saat itu yang juga turut memberikan bantuan penyelamatan adalah salah seorang professor wanita pertama dunia dan juga seorang dokter pria. Kini tengah dicari anggota keluarganya, dan jika memungkinkan maka akan turut diundang untuk datang ke Taiwan.

        Presiden Ma Ying-jeou mengatakan bahwa saat awal masa perang, pihak Uni Soviet sempat memberikan bantuan sebanyak 1.200 buah pesawat tempur dan ratusan pilot pesawat. Namun 260 orang di antaranya menjadi korban perang. Kini pemerintah tengah berusaha untuk mencari tahu anggota keluarganya dan berharap dapat mengundang mereka untuk datang berkunjung ke Taiwan. Selain itu juga turut akan mencari tahu jejak anggota keluarga dari James Harold "Jimmy" Doolittle, Claire Lee Chennault dan yang lainnya.

        Presiden Ma menjelaskan, Republik Tiongkok dan Amerika, saling bahu membahu bekerja sama dalam masa perang. Hal ini tentu juga telah menggoreskan berbagai cerita sejarah yang mengharukan. Presiden Ma berharap di masa yang akan datang juga dapat bekerja sama dengan Hoover Institution dalam pembuatan film dokumenter sejarah terkait.

Komentar

Terbarumore