History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Parade Anti Nuklir 14 Maret

  • 06 March, 2015
  • Editor
Parade Anti Nuklir 14 Maret
Parade Anti Nuklir 14 Maret

(Taiwan, ROC) – Pasca bencana nuklir Fukushima 2011, organisasi anti Nuklir di Taiwan beberapa kali menggalang parade besar-besaran untuk menentang penggunaan nuklir di Taiwan, bahkan di 2013 sempat mencatat angka peserta terbanyak yaitu lebih dari 220 ribu orang. Tahun lalu mantan ketua partai DPP Lin Yi-hsiung (林義雄) dengan aksi puasanya serta aksi protes di Jalan Zhonghsiao West, pemerintah mengumumkan penutupan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir IV.

Kelompok penentang nuklir yang terdiri dari 200 organisasi hari ini dalam jumpa pers, mengajak warga untuk ikut serta dalam parade yang akan datang sekaligus memperkenalkan “Maskot” tahun ini burung bangao yang sedangan menggendong reaktor nuklir. Mereka menegaskan, PLTN ke IV harus dihentikan jangan menghabiskan dana untuk menutupnya sementara.

Deputi Sekretaris Jenderal Aliansi Aksi Penghijauan Masyarakat (GCAA) Hung Sen-han (洪申翰) menuturkan, berbeda dengan beberapa parade sebelumnya, tema kali ini adalah “Energi baru”, meminta agar pemerintah mengimplementasikan kebijakan hemat energi, mencegah kenaikan harga listrik yang tiada ujungnya, disaat yang bersamaan menciptakan energi yang ramah lingkungan, membangun industri hijau.

Hung Sen-han mengatakan : Bagaimana kita mengembangkan energi terbaharukan, kita harus menentukan angkanya, karena konsep energi terbaharukan sangat berbeda dengan energi yang terpusat, PLTN dan batu bara adalah cara yang kita tentang, sehingga kita berharap dapat menciptakan lingkungan yang baik untuk perkembangan energi ramah lingkungan, ini adalah mata rantai yang sangat penting.

Ia menegaskan, sebelumnya saat Taiwan membahas soal energi selalu dipusat, sehingga pemerintah daerah tidak perduli, namun di banyak negara lain, pemerintah daerah mulai mengajukan program hemat energi, rencana transformasi energi. Mereka berpendapat, pemerintah daerah juga seharusnya mengajukan recana transformasi energi.

Komentar

Terbarumore