(Taiwan-ROC) – Presiden Ma Ying-jeou pada hari Kamis tanggal 5 Maret saat menerima kunjungan dari wakil ketua Hoover Institution dari universitas Stanford Amerika, yang juga merangkap sebagai kepala perpustakaan dan dokumen, Eric Wakin, mengatakan bahwa sejak dirinya menjabat sebagai presiden selama 7 tahun lamanya, dirinya telah berusaha semaksimal mungkin untuk dapat memperbaiki hubungan kepercayaan para petinggi Taiwan dan Amerika. Hal ini tidak saja hanya membuahkan kesepakatan bebas visa masuk bagi warga negara Taiwan ke Amerika semata, tetapi hubungan kerjasama antara Taiwan dan Amerika juga menjadi lebih kuat, stabil dan hubungan kerjasama perekonomian dan perdagangan sendiri juga terjalin lebih erat lagi.
Presiden Ma menganggap bahwa hasil hubungan antara Taiwan dan Amerika yang dicapai ini berasal dari semakin membaiknya hubungan yang terjalin antar selat. Sejak duduk di kursi pemerintahan, dirinya juga kembali menegaskan akan menjaga situasi kondisi antar selat Taiwan seperti saat ini, dengan berlandaskan kepada konsensus 92, guna mencapai pembangunan yang damai di antara ke dua belah pihak. Dengan membaiknya hubungan antar selat, maka juga akan menstabilkan hubungan antara Taiwan dan Amerika.
Presiden Ma mengatakan, “Sejak saya duduk di kursi pemerintahan 7 tahun silam, telah dinyatakan dengan tegas bahwa di bawah undang-undang dasar Republik Tiongkok yang ada, akan tetap mempertahankan status quo, dengan tidak bersatu, tidak merdeka, dan tidak perang. Dengan berlandaskan kepada konsensus 92, yang membebaskan masing-masing pihak untuk berpendapat, mendorong terciptanya pembangunan di antara kedua belah pihak secara damai. Hal penting tersebut boleh dikatakan juga telah menstabilkan hubungan antar selat, dan turut serta mempengaruhi kestabilan hubungan antara Taiwan dengan Amerika.”
Presiden Ma menyebutkan bahwa sejak terjalinnya hubungan diplomatik antara Amerika dengan Daratan Tiongkok 36 tahun silam, saat itu juga terdapat pakar yang menjelaskan bahwa era sebelum tahun 1950 an, pihak Amerika sulit dapat menjalin persahabatan dengan pihak Daratan Tiongkok maupun Jepang, hingga dimulainya jalinan hubungan diplomatik. Presiden Ma menganggap bahwa dengan adanya hubungan baik antar selat, maka pihak Amerika dapat menjalin hubungan dengan ke dua belah pihak dalam waktu yang sama, dan tidak akan menimbulkan konflik di dalamnya.
Sejak situasi di selat Taiwan menjadi lebih damai, maka turut memperbaiki hubungan antara Taiwan dengan dunia internasional. Pihak Amerika juga memberikan pujian dan harapan atas hubungan baik yang terjalin antar selat. Pihak Taiwan juga akan tetap berusaha semaksimal mungkin guna dapat turut serta menjadi bagian dalam dunia internasional.