(Taiwan, ROC) –Festival petasan kumbang yang diselenggarakan di Yanshuei setiap tahunnya, pada tahun ini dimulai pada hari ini(4), bersamaan itu juga akan diadakan arakan tandu dewa dari kuil, pada awalnya dipercayai bahwa pelepasan mercon dalam rangka mengusir wabah penyakit, hingga kini merubah dan mengandung makna keragamanan budaya tradisional.
Kegiatan pesta mercon Yanshuei, Tainan dimulai semenjak kejayaan dinasti Ching, pada saat itu daerah Yanshuei dilanda musibah penyakit, dengan kondisi pengobatan medis belum memadai, tidak sedikit warga yang menderita sakit dan meninggal dunia. Sebagian warga percaya dari dewa yang memberikan petunjuk, dengan mengadakan arakan tandu dewa Kuangkung, sepanjang arakan dewa tersebut dilepaskan mercon yang dapat mengusir siluman dan wabah penyakit.
Setelah berjalan lambat laun, wabah penyakit mereda, masyarakat percaya adanya mujizat dari dewa, maka setiap tahun di bulan pertama tanggal 13 penanggalan imlek akan diadakan kegiatan serupa meminta berkah dan perlindungan dari dewa.
Kegiatan arakan tandu dewa tidak lagi sederhana dan dikombinasikan dengan berbagai kegiatan lain termasuk acara peringatan hari imlek ke-15, waktu yang diperpanjang selama 2 hari 2 malam; sehingga pelepasan mercon ini semakin bervariasi.
Dalam beberapa tahun terakhir pesta mercon ini semakin meriah, setiap ada kegiatan ini pasti tidak sedikit masyarakat yang akan ikut berpartisipasi dan ikut menyaksikan kegiatan ini. Festival petasan kumbang merupakan kegiatan tradisional yang cukup menarik wisatawan. Ada sebagian orang yang beranggapan kegiatan cukup aneh, karena peluncuran petasan tidak terarah dan cukup membahayakan, namun juga sebagian masyarakat merasa cukup menyenangkan, saat menyaksikan kegiatan ini secara langsung baru merasa puas, asalkan ikut dalam kegiatan ini maka dianggap sebagai bagian kecil dari kekuatan acara petasan kumbang ini.