(Taiwan-ROC) Presiden Republik Tiongkok, Ma Ying-jeou pagi hari ini tanggal 28 Februari hadir dalam upacara peringatan ke 68 tahun Tragedi 28 Februari, dalam kata sambutan Pres Ma menyampaikan, tindakan pemerintah memberikan kompensasi tragedy 228 tidak berhenti dan akan terus berlangsung. Pada keluarga korban tragedy 228 yang hadir termasuk Ko Wen-je, walikota Taipei yang duduk bersama juga menjadi salah satu keluarga korban, Kepala Negara menyampaikan, ia berharap di bawah pimpinan Ko Wen-je, kota Taipei dapat bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk mempromosikan keharmonisan masyarakat, agar antar partai politik dan generasi dapat saling menghormati, mengantikan konfrontasi dengan dialog.
Presiden Ma Ying-jeou dalam pidatonya menyampaikan, tragedy 228 merupakan sejarah menyedihkan, walaupun dengan sekuat tenaga berupaya mengobati, tetapi tidaklah mudah untuk menghilangkan semua kesedihan. Presiden Ma mengemukakan, pemerintah Republik Tiongkok pada tahun 1995 secara resmi mengaku salah dan meminta maaf pada keluarga korban tragedy 228, dan mengeluarkan kebijakan memberikan kompensasi pada keluarga korban, hingga saat ini sudah melewati 3 periode presiden, 2 kali pergantian partai politik, ketulusan dan tindakan pemerintah dalam memberikan kompensasi keluarga korban tragedy 228 tetap berjalan, dan akan terus berjalan.
Pemimpin negara menyampaikan, tragedi 228 telah berlalu selama 68 tahun, tetapi masyarakat Taiwan selamanya tidak akan melupakan sejarah dan pelajaran dari tragedy ini, dan juga tidak akan membiarkan hal seperti ini terjadi lagi. Kepala negara dengan mengunakan kata-kata yang tercantum dalam monument 228, berharap antar partai politik dan generasi dapat “memperlakukan satu sama lain dengan ketulusan, menghilangkan dendam dan kebencian”.
Presiden Ma Ying-jeou mengatakan : hari ini duduk bersama Ko Wen-je dengan status walikota kota Taipei yang juga sebagai keluarga korban tragedy 228, saya berharap di bawah pimpinannya, kota Taipei bersama pemerintah pusat mempromosikan keharmonisan masyarakat, saya berharap mulai sekarang dan seterusnya, dapat bekerja sama antar genarasi, antar parpol meraih keharmonisan, mengantikan konfrontasi dengan dialog dan saling menghormati.
Berdasarkan data statistic, hingga tanggal 3 Februari tahun ini sudah ada 2.281 kasus yang diajukan dengan nilai hampir NTD7,2 milyar untuk kompensasi yang diberikan pada 9.920 orang. Presiden Ma mengemukakan, ia berharap tidak ada satu korban yang tertinggal, untuk itu ia meminta agar yayasan tragedy 228 terus mencari keluarga yang menjadi korban. Presiden Ma yang setiap tahunnya memberikan sertifikat penghormatan pada korban, tidak terkecuali dengan tahun ini, kali ini diberikan pada kepala polisi Hualien, Hsu Hsuei-yuan, yang penyerahan penghargaan ini diwakili oleh anaknya Hsu Hung-jun.