(Taiwan, ROC) - Organisasi non-pemerintah Amnesty Internasional hari ini (25) melansir laporan Hak Asasi Manusia global, disebutkan bahwa Taiwan yang telah meloloskan Undang-Undang Penghapusan Diskriminasi Kepada Wanita dan Anak-Anak adalah langkah awal yang penting, namun masih perlu diimplementasikan.
Anggota peneliti dari Amnesty International, William Nee menyampaikan kepada wartawan Kantor Berita Sentral (CNA) , dibandingkan tahun sebelumnya, Taiwan telah meloloskan “Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Kepada Perempuan” dan pada tahun 2017 melaksanakan “Konvensi Hak Anak-Anak” dan “Konvensi Hak Perseorangan”, ini langkah awal yang baik namun harus diimpleimetasikan secara menyeluruh.
Dalam laporan tersebut juga menyinggung soal kebebasan berkumpul, berbicara dan pelaksanaan hukuman mati serta gerakan mahasiswa 18 Maret, serta kemungkinan dilakukan penuntutan kepada lebih dari 200 pengunjuk rasa.
Mengenai soal padatanya penghuni penjara dan pusat penahanan, kurangnya perawatan pengobatan, Amenesty International juga menyampaikan kekhawatirannya serta menyerukan Taiwan untuk menghormati hak kaum homoseksual, biseksual dan transgender (LGBT).
Selain itu juga mengharapkan Taiwan yang akan melangsungkan pemilihan umum tahun depan, AI menghimbau kepada para calon untuk mengutamakan perbaikan dan perlindungan Hak Asasi Manusia di Taiwan.