(Taiwan, ROC) – Organisasi Non-Pemerintah internasional, Amnesty International beberapa saat yang lalu menyampaikan, kepala negara diseluruh dunia tidak dapat melindungi warganya dari serangan kelompok anarkis IS, sangat “memalukan dan tidak mampu”, bahkan menggambarkan 2014 adalah tahun bencana.
Amnesty International dalam laporan 415 halamannya menyebutkan dengan jelas malpraktek yang terjadi di 160 negara dan wilayah serta menilai bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi warganya sama sekali diluar kemampuan.
Selama 1 tahun itu terjadi insiden kekerasan yang cukup besar, dimana menimbulkan salah satu krisis terbesar yang mengancam warga, populasi pengungsi dunia tahun itu untuk pertama kalinya setelah perang dunia kedua menembus angka 50 juta orang.
Sekjen Amensty Internasional, Salil Shetty menyampaikan : di tahun 2014 jutaan orang terjerumus di tahun kekerasan. Antisipasi negara terhadap kekerasan organisasi anarkis sangat memalukan dan tidak berdaya. Masyarakat menjadi korban kekerasan dan penindasan, aksi dari masyarakat dunia sangat lemah.
Selain itu Amensty Internasional juga menyebutkan, organisasi fundamental Islam Nigeria Boko Haram dan ISIS menjadi ketakutan semua orang. Juga mengingatkan agar pemimpin dunia dapat mengambil aksi, apabila tidak maka tahun ini akan semakin memburuk.
Sekaligus mengingatkan kepada seluruh negara untuk menghormati “Perjanjian Perdagangan Senjata” yang mulai berlaku tahun lalu, agar mencegah pengiriman senjata besar-besaran ke wilayah Syria, Irak dan negara lain. Mendesak agar melarang penggunaan mortir dan roket di wilayah yang padat penduduknya.