(Taiwan, ROC) Rapat parlemen Amerika Serikat pada tanggal 7 meloloskan “rancangan undang-undang penjualan kapal patroli militer dan hubungan Taiwan tahun 2014”, Ketua senat komite urusan luar negeri Amerika Serikat, Ed Royce mengatakan, rancangan undang-undang ini akan menjadikan hubungan Amerika –Taiwan diprioritaskan, serta memberikan kekuatan pertahanan berskala besar bagi Taiwan.
Dalam sidang parlemen Ed Royce menuturkan, undang-undang hubungan Taiwan selama 35 tahun menjaga stabilitas dan keamanan selat Taiwan dan kawasan pasifik, dalam pekan ini undang-undang hubungan Taiwan yang telah terbentuk genap selama 35 tahun, dalam kongres Amerika, rancangan undang-undang diploma dianggap penting menjadi kasus langka yang terjadi dalam kongres Amerika.
Ia mengatakan, Amerika kembali menegaskan janjinya kepada Taiwan dan undang-undang hubungan Taiwan, hal ini sangat penting dibandingkan dengan masa lalu, untuk rancangan undang-undang ini diprioritaskan untuk memperbaiki hubungan Taiwan-Amerika; saat bersamaan juga akan meloloskan presiden Amerika menjual 4 kapal militer patroli kepada Taiwan, dengan demikian dapat meningkatkan pertahanan Taiwan skala besar.
Ed Royce mengatakan, Ia secara pibadi melihat Taiwan yang masih memanfaatkan kapal perang di jaman perang dunia ke-2 dan kapal tempur yang telah berusia 50 tahun, ini masih menjadi peralatan penting bagi tim militer Taiwan, kongres Amerika telah memberikan kepastian dan penjelasan kepada yuan eksekutif, dan memberikan penambahan penjualan amunisi bagi Taiwan.
Anggota dewan perwakilan, Gerry Connolly mengutarakan, undang-undang hubungan Taiwan tetap menjadi kunci utama dari hubungan Amerika-Taiwan, setelah undang-undang hubungan Taiwan yang berjalan selama 35 tahun, pihak Amerika kembali berkomitmen dengan janji yang diberikan kepada Taiwan, menjual 4 kapal militer sebagai tanda semangat dari pembentukan undang-undang.
Setelah diloloskan dari dewan parlemen, seluruh kasus ini akan disampaikan ke federal senat untuk disetujui, Ed Royce menyampaikan, telah berdiskusi dengan senat komite hubungan luar negeri, Robert Menendez, berharap dapat bekerjasama untuk menyelesaikan undang-undang ini.