(Taiwan-ROC) – Masa liburan tahun baru imlek, merupakan masa yang paling tepat untuk melakukan acara kunjungan sambil menjalin tali silahturahmi. Untuk itu, Kementrian Dalam Negeri meluncurkan “100 Ragam Agama di Taiwan”, sebagai salah satu objek kunjungan yang dapat dipilih oleh masyarakat. Adapun “100 Ragam Agama di Taiwan” terdiri dari berbagai tempat peninggalan bersejarah, hari peringatan atau simbol khusus yang berkaitan dengan religius, yang tersebar di berbagai tempat di seluruh Taiwan. Kementrian Dalam Negeri berharap masyarakat dapat menggunakan waktu senggang selama masa liburan tahun baru imlek, untuk berkunjung dan mengenal lebih lanjut akan keragaman agama dan kebudayaannya di Taiwan.
Kementrian Dalam Negeri pada tahun 2013, memilih 100 pertama dari puluhan ribu tempat yang erat hubungannya dengan masalah keagamaan. Ke 100 tempat ini, tersebar di 22 kota dan kabupaten. Terdapat 77 tempat yang dikategorikan sebagai bangunan peninggalan sejarah dan 23 lainnya berupa tradisi hari peringatan keagamaan yang bersangkutan, misalnya Kuil Hsing Tian Kong di Taipei, Kuil Cheng Huang Miao di Hsincu, Kapel Luce di Universitas Tunghai Taichung, dan sebagainya. 100 pertama pilihan dari kementrian Dalam Negeri juga mencakup tempat peribadahan agama Budha, Taoisme, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Islam dan lain-lain.
“100 Ragam Agama di Taiwan” juga memasukkan unsur kegiatan tradisional masyarakat, misalnya festival lentera di Pingxi, kegiatan merebut sesajen di Yilan, arak-arakan dupa dewi Dajiamazu, festival petasan kumbang di Tainan dan sebagainya.
Wakil Kepala Departemen Urusan Masyarakat Kementrian Dalam Negeri atau DCA, Huang Cheng-shiung menyarankan kepada masyarakat agar dapat menggunakan waktu liburannya melakukan kunjungan ke 100 ragam agama yang dimaksudkan. Huang mengatakan, “Memukul tabuh genderang pada malam tahun baru imlek merupakan hal yang dapat ditemukan setiap tahunnya. Biasanya satu hari hanya akan memukul satu kali tabuh saja. Tetapi pada malam tahun baru akan dipukul sebanyak 108 kali, yang berarti menghapuskan 108 jenis hal yang memusingkan pikiran manusia. Hal ini juga menandakan penyambutan musim semi. Kegiatan memukul tabuh dapat ditemukan di Fa Gu Shan, Kuil Dalungtong, serta Foguangshan di Kaoshiung.”
Selanjutnya Kementrian Dalam Negeri juga menjelaskan bahwa saat penyambutan datangnya tahun baru imlek, setiap kelenteng maupun kuil akan menggelar festival lentera yang disesuaikan dengan shio binatang tahun yang bersangkutan. Hal ini juga diramaikan dengan berbagai jenis lentera yang dipadukan dengan sinar lampu dan iringan musik.
Dalam kehidupan tradisi masyarakat keturunan Tionghwa, pada hari ke 15, maka akan digelar penyalaan lampu kedamaian. Pada hari tersebut, pemerintah New Taipei City juga akan mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam festival pelepasan lentera di Pingxi. Pemerintah Tainan juga tidak ketinggalan untuk mengajak semua masyarakat untuk turut merasakan festival petasan kumbang di kawasan Yenshui.