(Taiwan, ROC) Perekonomian domestik Taiwan yang memulih, ditambah dengan harga bahan bakar minyak(bbm) menurun. Direktorat jenderal budget, akuntasi dan stastistik(DGBAS) merivisi tingkat pertumbuhan ekonomi Taiwan mencapai 3,78%, namun nilai ekspor berkemungkinan dipengaruhi oleh harga produk plastik yang menurun sehingga dibandingkan dengan tahun lalu cenderung melamban. Pusat statistik kementerian perekonomian pada hari ini(17) merilis, harga produk plastik yang dipengaruhi menurunnya harga bbm, namun sebaliknya juga memberikan keuntungan lebih kepada pihak perusahaan, menambah investasi dan secara keseluruhan dapat dikatakan ekspor mengarah pada pertumbuhan secara positif.
DGBAS merivisi untuk tingkat pertumbuhan ekonomi Taiwan pada tahun 2015 mencapai 3,78%, beranggapan faktor dari menurunnya harga bbm dan pertumbuhan permintaan pasar domestik yang membawa perkembangan ekonomi secara menyeluruh, namun nilai ekspor pada tahun ini tidak sebaik di tahun lalu, hal ini diakibatkan oleh menurunnya harga produk plastik
Deputi DGBAS, Yang Kuei-hsien(楊貴顯) pada hari ini(17) mengatakan, produk plastik secara keseluruhan pada ekspor berkisar 20%, harga bbm internasional dari 100 dolar Amerika turun menjadi antara 50~60 dolar Amerika, produk plastik menghambat perkembangan ekspor, namun Ia beranggapan, turunnya harga bbm merupakan hal baik, pihak pabrik dapat memperoleh keuntungan lebih, sehingga menambah investasi, sehingga tetap berpandangan optimis terhadap nilai ekspor tahun ini. Ia mengatakan: DGBAS juga menyampaikan, pertumbuhan ekspor terhambat namun masih terdapat keuntungan konsumsi dan investasi, keunggulan berinvestasi disebabkan karena harga bbm menurun, lingkungan perdagangan yang akan meningkat, keuntungan yang diperoleh pengusaha akan bertambah, ini merupakan kekuatan menarik investasi”.
Di samping itu, pada tahun 2014 terdapat kenaikan pesat pada pemesanan produk eletronik, pada tahun lalu nilai pemesanan luar mencapai 472,8 milyar dolar Amerika mencatat rekor tertinggi, sehingga meninggikan dasar perbandingan, oleh karena itu pusat statistik menilai skala pertumbuhan ekonomi tahun ini akan relatif diperlambat.
Yang Kuei-hsien mengatakan, jika kondisi perekonomian tidak mengalami masalah, maka tidak ada perubahan terhadap ekspor pada tahun ini, namun Ia menekankan, yang lebih dikhawatirkan adalah persaingan internasional yang semakin ketat, pengusaha yang akan menghadapi tekanan dari Daratan Tiongkok, Korea dan Jepang semakin besar, di masa mendatang FTA Daratan Tiongkok- Korea akan berjalan maka ini juga merupakan satu pukulan lainnya bagi perekonomian Taiwan.
Tinggikan dasar perbandingan, karena itu dinilai tumbuh tahun ini dan Statistik Departemen akan sedikit memperlambat besarnya