(Taiwan, ROC) – Demi memberikan informasi yang lebih jelas kepada masyarakat mengenai tekad pemerintah bergabung dengan integrasi ekonomi regional, juru bicara Yuan Eksekutif Sun Lih-chyun (孫立群) saat hadir dalam acara “Selamat pagi Taiwan”hari ini (10) menyampaikan secara mendalam hubungan dagang dengan negara-negara kawasan Asia Tenggara, mendesaknya keanggotaan RCEP serta rencana pemerintah ikut dalam integrasi ekonomi regional.
Sun menyampaikan, ASEAN adalah mitra dagang terbesar kedua Taiwan, mengambil porsi 15,94% dan ada kurang lebih 150 ribu migran baru yang tinggal di Taiwan, baik secara ekonomi maupun sosial, hubungan Taiwan dengan ASEAN semakin erat, sehingga langkah integarasi dengan kawasan itu tidak boleh lambat.
Ia selanjutnya menuturkan nilai perdagangan internasional dengan anggota RCEP yang kebanyakan adalah anggota ASEAN mencapai 56% PDB ditambah lagi mata rantai produksi anggota RCEP dengan Taiwan sangat erat, sehingga langkah Taiwan tidak boleh lambat. Jubir Sun menyampaikan : walau ini adalah kawasan ekonomi yang baru, namun posisinya sangat penting, ini mengapa banyak orang sering mendengarkan presiden Ma mengatakan RCEP dan TPP, tapi tidak mengerti apa itu, dengan mudah dikatakan, yaitu teman-teman Taiwan di sebuah kawasan, bagaimana caranya agar perdagangan internasional dapat semakin mudah, kita menghasilkan produk yang baik, kita produksi lebih banyak, menjual dengan murah kepada anda, anda membuat produk yang lebih baik, anda hasilkan lebih banyak, menjualnya kepada kami, jadi berdagang adalah seperti itu, semudah itu.
Tahun lalu muncul aksi protes anti Perdagangan Jasa, masyarakat juga melihat bagaimana pemerintah berkomunikasi dengan publik menjabarkan keuntungan dan kerugian bergabung dengan RCEP. Jubir menegaskan, pasca aksi anti Perdagangan Jasa pemerintah memperluas dan meningkatkan komunikasi dengan kaum muda, hasilnya memuaskan.
Ia mengambil contoh, saat pembangunan MRT pasti ada transportasi mengalami masa suram, namun setelah proyek pembangunan selesai maka tranportasi akan bergerak lancar, Sun menuturkan, membuka pasar tentu akan memberikan pukulan jangka pendek namun juga ada keuntungannya.
Daratan Tiongkok adalah anggota RCEP, kata dia, negara-negara lain juga memperhatikan perkembangan perjanjian ekonomi antar selat karena ini berkaitan dengan negosiasi Taiwan dengan mitra dagang yang lain.