(Taiwan-ROC) Pesawat TransAsia GE235 penerbangan dari Taipei menuju ke Kin Men yang mengalami kecelakaan dan jatuh ke sungai Keelung pada tanggal 4 Februari pagi, hingga saat ini sudah diumumkan korban yang meninggal sebanyak 40 orang, 15 luka-luka dan masih ada 3 penumpang yang masih belum ditemukan. Tim penolong dari petugas kepolisian dan pemadam kebakaran, hari ini tanggal 9 Februari masih tetap terus melakukan pencarian korban, memperluas area pencarian hingga ke laut, tetapi beberapa hari ini suhu udara dingin membuat tidak sedikit anggota tim penolong yang terkena flu, sehingga jumlah anggota tim penolong berkurang. Selain itu, upaya pencarian dengan melakukan deteksi sonar mendapati ada 22 titik yang akan menjadi fokus pencarian korban.
Pencarian dan penyelematan korban dengan mengunakan deteksi sonar di lokasi kejadian terdeteksi adanya 22 titik yang diperkirakan terdapat benda besar di dasar sungai, untuk itu pencarian korban akan difokuskan pada 22 titik ini, tim penolong dengan perahu karet juga terus melakukan pencarian dengan alat deteksi logam, sebagian dari tim penolong juga terus melakukan pengalian.
Tim anggota kepolisian menganalisa, korban yang hilang mungkin tertimbun dalam di dasar sungai, untuk itu tim penolong mengunakan bambu panjang untuk mengali tanah di dasar sungai, selain itu, upaya pencarian korban juga diperluas dengan mengerahkan helikopter angkatan udara, pencarian tidak hanya dilakukan di air tetapi juga dari udara. Selain itu sebagai tanda berkabung atas kecelakaan pesawat TransAsia, besok (10/2), seluruh instansi pemerintah Taiwan akan mengibarkan bendera setengah tiang。