(Taiwan-ROC) Presiden Republik Tiongkok (ROC) Ma Ying-jeou hari ini tanggal 9 Februari menerima kedatangan kepala Pusat Analisis Data dan Perdagangan “Heritage Foundation”, Terry Miller dan pakar senior analisis kebijakan, Anthony Kim, pada kesempatan ini Pres Ma menyampaikan, beberapa tahun terakhir ini ROC menandatangani perjanjian ekonomi dan ivestasi dengan Daratan Tiongkok, Jepang, Selandia Baru, Singapura dan negara lainnya, nilai perdagangan dengan negara yang menandatangani perjanjian dengan Taiwan menunjukkan peningkatan, ini membuktikan perdagangan bebas memberikan prospek yang lumayan.
Kepala negara menyampaikan, Taiwan dengan agresif mempromosikan keinginannya bergabung dalam Kemitraan Trans Pacific (Trans Pacific Partnership/TPP) dan Kemitraan Ekonomi Komfrehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP), tahun ini RCEP akan membicarakan dan membuka keanggotaan bagi negara di luar ASEAN, beliau berharap tahun ini akan ada perkembangan baik.
Pemimpin negara juga menyampaikan, perekonomian Taiwan bergantung pada perdagangan luar negeri, pemerintah berharap pada tahun 2020 dapat mencapi target menandatangani perjanjian perdagangan bebas atau menandatangani perjanjian ekonomi dengan 60% negara yang ada di dunia.
Presiden Ma Ying-jeou mengatakan : untuk itu kami berharap dapat memperluas partisipasi dalam integrasi ekonomi regional, sebelum tahun 2020 penandangaan FTA atau ECA bisa mencapai target 60% dari seluruh negara dunia, kami tahu TPP berkali-kali membicarahan perdagangan, semua berharap tahun ini pulih, bersamaan dengan itu RCEP juga tengah mempersiapkan membuka keanggotaan bagi negara yang bukan anggota ASEAN, semua ini yang kami harapkan, dalam tahun ini ada perkembangan.
Presiden Ma Ying-jeou juga mengemukakan, sebelumnya ROC telah kembali mengerakkan “Kerangka Perjanjian Perdagangan dan Investasi” Taiwan dan Amerika Serikat (TIFA), selain itu juga agresif berpartisipasi dalam “Select USA”, beliau berharap dapat bersama Amerika serikat menandatangai perjanjian investari bilateral.
Perjalan Miller kali ini adalah merilis “Laporan Kebebasan Ekonomi 2015” (2015 Economic Freedom Report” bersama Institut Riset Ekonomi Chung Hua (CIER), Heritage Foundation dan Wall Street Journal. Dari 186 negara, Taiwan menduduki urutan ke 14, merupakan yang terbaik sepanjang sejarah yang ada.