Kecelakaan pesawat TransAsia Taiwan membuat media asing memperhatikan keamanan terbang Taiwan dan keamanan wisatawan Daratan Tiongkok yang berwisata ke Taiwan. The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan, kecelakaan udara ini menjadi tantangan berat bagi keamanan penerbangan Taiwan, tetapi seiring dengan segera datangnya liburang tahun baru imlek, pengaruhnya terbatas bagi industri pariwisata Taiwan.
Dalam laporan yang mensinyalir pendapat dan pandangan pakar dan industri pariwisata Taiwan, pariwisata Taiwan semakin bergantung pada wisatawan Daratan Tiongkok, tetapi dalam 1 tahun yang paling penting adalah liburan tahun baru imlek yang merupakan puncak bisnis industri pariwisata, kecelakaan TransAsia memberikan hantaman besar bagi industri pariwisata Taiwan.
Setelah kecelakaan TransAsia, tersebar kabar sebagian rombongan wisata yang membatalkan kedatangannya ke Taiwan, tetapi pihak industri pariwisata menyampaikan, jumlahnya tidak terlalu besar. Dalam laporan WSJ membeberkan, Daratan Tiongkok merupakan sumber wisatawan terbesar bagi Taiwan, tahun lalu hamper 4 juta wisatawan Daratan Tiongkok yang datang ke Taiwan, angka ini menunjukkan kenaikan 39% dibandingkan tahun sebelumnya.
Credit Lyonnais Securities Asia (CLSA) Hongkong memprediksi, hingga tahun 2020 jumlah wisatawan Daratan Tiongkok yang berwisata ke luar negeri akan mencapai 200 juta orang, diperkirakan dari jumlah ini ada sekitar 9,4 juta berwisata ke Taiwan. Pakar analisa CSLA juga mengemukakan, kecelakaan pesawat TransAsia membuat dunia luar memperhatikan keamanan penerbangan, tidak saja mempengaruhi penerbangan Taiwan, tetapi juga mempengaruhi penerbangan lainnya begitu pula dengan industri pariwisata.
Bersamaan dengan itu dalam laporan juga mengutip apa yang disampaikan pengusaha industri pariwisata Shanghai, disampaikan, yang diketahui wisatawan Daratan Tiongkok, kejadian yang menimpa pesawat ini merupakan sebuah kecelakaan, tidak mungkin karena ini membatakan rencana wisatanya, biasanya, hanya karena unsur politik baru menjadi penyebab wisatawan Daratan Tiongkok membatalkan perjalanan ke Taiwan.
Meskipun demikian industri pariwisata dengan jujur menyampaikan, untuk jangka pendek mungkin wisatawan Daratan Tiongkok membatalkan naik penerbangan Trans Asia, beralih pada penerbangan lain, tetapi karena TransAsia strategi harga murah, ditambah dengan kebanyakan penumpangnya adalah rombongan wisatanya, ini yang berdampak besar bagi TransAsia.Dalam laporan juga menyampaikan, wisatawan Daratan Tiongkok yang beralih pada penerbangan lain yang lebih besar seperti China Eastern, China Southern (Daratan Tiongkok), atau penerbangan Cathay Pacific, Dragon Air milik Hongkong, ini memberikan keuntungan bagi penerbangan-penerbangan lain.