(Taipei, ROC) - Pakar Asia Senior Amerika Bonnie Glaser di majalah The Diplomat menyatakan , kalau Perjanian perdagangan Jasa Ntar Selat Taiwan tidak lolos , ada kemungkinan menjadi kendala bagi bergabungnya Taiwan dengan Kemitraan Trans-Pasifik(TPP) dan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regioal (RCEP).Glaser yang merypakan penasehat senior Asia Center for Strategic and International Studies (CSIS), memberikan analisa diatas saat menerima wawancara majalah The Diplomat.
Glaser berpendapat , Daratan Tiongkok tidak akan menghukum Taiwan karena tidak lolosnya Perjanjian perdagangan Jasa , bahkan ada kemungkinan mengadakan negosiasi lagi , strategi pihak Daratan Tiongkok adalah menyediakan kebaikan yang lebih banyak bagi ekonomi , mempromosikan integrasi ekonomi dantar selat dan untuk jangka panjang mengharapkan integrasi politik , ia percaya untuk waktu dekat pihak Daratan Tiongkok tidak akan mengubah strateginya ini.
Glaser beranggapan , ia percaya kasus perjanjian perdagangan jasa tidak mempengaruhi perjanjian perdagangan bilateral Taiwan dengan negara lain , partai berkuasa dan oposisi di Taiwan harus mencapai konsensus dalam agenda perjanjian perdagangan jasa.Tapi untuk agenda TPP tidak sama , karena masalahnya ada pada ada Daratan Tiongkok berprofil rendah agar Taiwan mengerti , perjanjian perdagangan jasa harus terlebih dulu diloloskan , dengan demikian pihak Daratan Tiongkok baru mendukung Taiwan berpartisipasi dalam perjanjian multilateral dengan negara lain.Menurut analisanya , kalau dilihat dari RCEP dan TPP , meskipun Daratan Tiongkok bukan anggota TPP , tapi bisa menggunakan daya pengaruhnya menekan 12 negara anggota , setelah mencapai perjanjian menentang partisipasi Taiwan.