(Taiwan – ROC) Pesawat TransAsia GE235 yang mengalami kecelakaan pada tanggal 4 Feberuari kemarin, hari ini tanggal 6 Februari sore diumumkan isi dari hasil pemeriksaan kotak hitam, ada beberapa kali peringatan kehilangan kendali sebelum kecelakaan terjadi ; waktu antara tinggal landas hingga terjatuh hanya 3 menit 23 detik.
Dewan Keselamatan Penerbangan (ASC) hari ini tanggal 6 Februari sore mengelar jumpa pers yang sekaligus mengumumkan hasil pemeriksaan isi dari kotak hitam pesawat, Biro Investigasi Kecelakaan Perancis (BEA), Perusahaan Pembuatan Pesawat Terbang ATR, Biro Investigasi Kecelakaan Kanada (TSB) dan Perusahaan Manufaktur Mesin PWC semuanya mengirimkan perwakilan datang ke Taiwan untuk memeriksa dan mendalami kecelakaan ini.
Kepala Dewan Keamanan Penerbangan, Wang Hsin-zong, menjelaskan seluruh proses penyelidikan sesuai dengan ketentuan peraturan internasional, sedangkan hasil rekaman kota hitam dipastikan ada dua kali gagal mengerakkan mesin yang mengakibatkan terganggunya penyaluran bahan bakar sehingga pesawat terjatuh di sungai Keelung.
Berdasarkan penjelasan isi dari kotak hitam oleh Dewan Keamanan Penerbangan, lepas kendali pesawat pada tanggal 4 Februari pagi pada pukul 10.51.13. dan mendapat ijin lepas landas dari pihak bandara udara Sungshan; sementara rekaman penerbangan (FDR) terhenti pada pukul 10.54menit 36,6 detik; jarak waktu dari pesawat tinggal landas hingga terjatuh hanya 3 menit 23 detik.
Wang Hsing-zong menyampaikan, dalam catatan rekaman muncul 2 kali suara peringatan kokpit, yang pertama muncul di detik ke 5 setelah lepas landas, berikutnya pada detik ke 13 muncul beberapa kali peringatan, dan pada pukul 10.54 muncul seruan “nyalakan kembali mesin” setelah itu tidak ada respon dari kokpit lagi.