History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

BAPHIQ: Virus Flu Burung Serang Bangau Paruh Hitam Hanya Kasus Satuan Semata

  • 05 February, 2015
  • Editor
BAPHIQ: Virus Flu Burung Serang Bangau Paruh Hitam Hanya Kasus Satuan Semata
Bangau paruh hitam

(Taiwan-ROC) – Kawasan Dingshan di Tainan ditemukan 1 ekor bangau paruh hitam mati akibat virus flu burung jenis H5. Selang 4 hari selanjutnya ditemukan kembali 1 ekor bangau paruh hitam mati. Guna menghindari merebaknya epidemik virus flu burung menjalar hingga ke hewan yang dikategorikan dilindungi, Departemen Urusan Perhutanan Dewan Pertanian beserta dengan pemerintah Kota Tainan membentuk tim penanganan khusus sementara.

Kepala Departemen Pencegahan dan Penyelidikan Dewan Pertanian, Chang Su-shan pada hari Kamis tanggal 5 Februari menjelaskan bahwa saat ini dunia internasional juga menemukan kasus virus flu burung pada unggas liar dan peliharaan. Hingga saat ini belum dapat diambil cara pengentasannya. Yang dapat dilakukan hanya meminta pihak peternak agar dapat melakukan perlindungan terhadap unggas yang dipelihara. Masyarakat umum juga diminta untuk dapat menjaga jarak dengan binatang unggas, misalnya menghindari pemberian makanan langsung kepada burung. Ketua Divisi Perlindungan Departemen Urusan Perhutanan, Guan Li-hao mengungkapkan hingga saat ini baru ditemukan 2 ekor bangau paruh hitam yang mati. Sehingga hal ini masih dapat dikategorikan sebagai kasus satuan semata.

Guan Li-hao mengatakan, “Sehubungan dengan singgahnya bangau paruh hitam ke Taiwan setiap tahunnya, berdasarkan pengalaman yang ada sebelumnya, karena mereka dikategorikan sebagai binatang liar, ada yang berusia tua dan muda, sehingga kondisi fisik juga lebih lemah. Setiap tahunnya pasti ada unggas yang terluka, setelah didapatkan akan dimasukkan ke pusat rehabilitasi. Untuk tahun ini, jumlah unggas demikian sama dengan tahun-tahun sebelumnya, sehingga tidak termasuk aneh.”

Oleh karena itu, apakah penyebab kematian dari kedua ekor bangau paruh hitam adalah karena virus flu burung atau karena bakteri botulinum kelas C, hal ini masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Selain itu, dalam kasus epidemik virus flu burung saat ini, jumlah unggas liar yang mati akibat virus flu burung jenis H5 telah mencapai 6 ekor.

Komentar

Terbarumore