(Taiwan-ROC) – Perdana Menteri Mao Chi-kuo pada hari Kamis tanggal 5 Februari dalam rapat Yuan Eksekutif meminta pihak Kementrian Ekonomi untuk terus mengusahakan berbagai program dalam menghadapi musim kering. Selain itu Mao juga meminta instansi yang bersangkutan untuk dapat terus menjaga batas minimum air dalam waduk, serta memastikan ketersediaan air bagi masyarakat, khususnya menjelang liburan tahun baru Imlek. Di pihak lain, Kementrian Ekonomi sendiri telah membentuk tim khusus pencegahan bencana, dan menjadwalkan pembatasan air tahap kedua setelah liburan tahun baru Imlek berakhir.
Kementrian Ekonomi sendiri pada hari Kamis tanggal 5 Februari melaporkan program pembatasan air terkait dalam rapat Yuan Eksekutif. Kementrian Ekonomi menyebutkan musim kering tahun ini cukup panjang, sehingga selain waduk Taishan dan Feitsui yang masih dikategorikan mencukupi, waduk lainnya telah memasuki tahap yang mengkhawatirkan. Kekurangan air yang ada dalam waduk Yonghoshan di Miaoli, telah menyebabkan pembatasan air genangan untuk wilayah Cunggang seluas 2.083 hektar.
Juru Bicara Yuan Eksekutif, Sun Lih-chyun mengatakan, “Sejak tanggal 11 hingga 17 Februari merupakan minggu kebersihan. Dalam musim kering, selain selalu harus menjaga kebersihan lingkungan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah, bekerja sama dengan berbagai instansi lainnya serta sekolah, harus mensosialisasikan program penghematan penggunaan air namun tetap dapat mencapai tujuan serta efiktivitas kebersihan. Selain itu juga meminta pihak Kementrian Ekonomi agar dapat selalu mengawasi jumlah ketersediaan air, serta memastikan penyediaan air bagi masyarakat umum, khususnya selama liburan tahun baru Imlek.”
Program pembatasan air tahap pertama yang tengah diberlakukan saat ini meliputi wilayah Banchiao, Hsincuang, Linkou untuk New Taipei City, Kota Taoyuan, Kabupaten Hsinchu, Kabupaten Miaoli, Kota Taichung, Utara Changhwa, Kota Tainan dan Kota Kaoshiung. Dijadwalkan usai liburan tahun baru imlek, maka akan diberlakukan pembatasan air tahap kedua.