(RTI/ANTARA) - Delegasi Majelis Syuro (DPR) Kerajaan Arab Saudi mengapresiasi dan mengaku takjub atas dunia Islam di Indonesia, utamanya pendidikan Islam di Indonesia. Hal ini disampaikan ketua delegasi Abdurrahman bin Ahmed Haijan usai menerima penjelasan Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin tentang perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.
Delegasi yang dipimpin Abdurrahman ini beranggotakan Hamid bin Abdulrahman Alhasaan, Sultan bin Hasan Alsultan, Abdullah bin Saleh Alnejedi, Ghazi bin Faisal Bin Zaqr, Ahmed bin Salman Alsalman, dan Mohammad bin Abdullazizi Aba Hussian, serta beberapa orang dari kedutaaan kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia.
Mereka diterima oleh Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, didampingi Kabag Pengkajian Al-Quran Mukhlis M Hanafi dan Kabag TU Pimpinan, Khoirul Huda, di ruang kerja Menteri Agama. Menag diwakili Dirjen Pendis karena pada saat yang sama harus mengukuti rapat dengan MPR RI.
Dalam kesempatan itu, Kamaruddin Amin menjelaskan perkembangan pendidikan di Indonesia. Menurutnya, pendidikan diurus tiga kementerian dan salah satunya berada di bawah naungan Kemenag. Jadi, selain mengurusi hal ikhwal mengenai keagamaan, Kemenag juga diamanahi oleh pemerintah untuk mengurusi lembaga pendidikan keagamaan mulai dari dasar (RA) hingga perguruan tinggi.
Guru besar UIN Alauddin Makassar ini menambahkan bahwa kuantitas pendidikan keagamaan dan pendidikan Islam di Indonesia, mencapai 20 % dari total lembaga pendidikan di Indonesia.
Mendengar hal itu, Abdurrahman bin Ahmed Haijan mengaku takjub dan mengapresiasi perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Kepada Dirjen Pendidikan Islam, Abdurrahman menyampaikan maksud kunjungannya ke Indonesia, yaitu dalam rangka mempererat tali persaudaraan sesama umat Islam.