Virus flu avian yang beberapa pekan terakhir membangkitkan kekhawatiran di Taiwan barat tampaknya telah melintasi Pegunungan Sentral dan menyebar ke Kabupaten Taitung di Taiwan timur.
Sebuah ladang peternakan ayam di Kota Taitung telah dikonfirmasi terinfeksi virus flu avian jenis H, demikian diumumkan pejabat Biro Inspeksi dan Karantina Binatang dibawah pemerintah Kabupaten Taitung pada hari Senin (2/2).
Menurut pejabat, pemilik ladang tersebut mengirim ayam mati untuk diperiksa di laboratorium pekan lalu setelah menemukan separuh dari lebih dari 200 ayam di ladangnya tewas akibat pendarahan.
Hasil pemeriksaan pada Minggu malam menunjukkan ayam-ayam yang diperiksa tewas karena terinfeksi flu avian bersifat patogen, namun tidak mengumumkan dengan jelas jenis virus yang mengakibatkan kematian.
Mengetahui berita penyebaran tersebut, Bupati Taitung Justin Huang Chien-ting (黃健庭) segera memanggil suatu rapat darurat pada Senin pagi, mendiskusikan kebijaksanaan karantina berikutnya dengan tujuan mencegah virus tersebut untuk menyebar lebih luas di Taitung yang memiliki lebih dari 100 ladang peternakan unggas.
Kabupaten Yilan, Hualien dan Taitung di Taiwan timur telah bekerja sama membentuk suatu garis pertahanan untuk mencegah menyebarnya virus flu avian, yang mulai menyerang ladang peternakan di Taiwan barat sejak pertengahan Januari. Kebijaksanaan yang mencakup merestriksi ternak unggas hidup untuk ditransportasi ke tiga kabupaten tersebut sekarang tampaknya telah gagal.
Untuk diketahui, hingga hari Minggu pukul 18:00, 655 ladang peternakan, mayoritas di Taiwan barat, dikonfirmasi telah terinfeksi virus flu avian, sementara lebih dari 2,1 juta ekor ayam, bebek dan angsa di 590 ladang telah dibunuh sebagai upaya karantina bertujuan mencegah penyebaran virus.