(Taiwan, ROC) - Freedom House pada hari Rabu tanggal 28 Januari melansir laporan tahunan dimana menyebutkan kembali Taiwan sebagai negara yang bebas, dari 2 indikasi yaitu “Hak berpolitik” berada di kelas pertama dan untuk “Kebebasan sipil” untuk kedua kalinya berada di kelas kedua.
Markas besar lembaga masyarakat Freedom House berada di Washington, Amerika Seirkat, dalam laporan “Kebebasan dunia 2015” kali ini diberi tema “Mengabaikan Demokrasi : Kembali politik tangan besi”. Dari tema tersebut dapat menggambarkan kekhawatiran kebebasan politik dunia.
Disampaikan, secara keseluruhan, tingkat kebebasan politik dunia tahun ini merosot yang ke 9 tahunnya, kebangkitan terorisme serta aksi tangan besi dari pemimpin negara termasuk tindakan keras dan kekuasaan yang berpusat kepada satu partai menyebabkan badan politik demokrasi internasional mendapat ancaman yang lebih besar dibandingkan 25 tahun yang lalu.
Dalam penilaian tahun ini, dibandingkan tahun lalu Taiwan berada di peringkat yang sama, secara keseluruhan kebebasan di Taiwan adalah 1,5.
Dalam penilaian ini 1 melambangkan kebebasan yang paling tinggi, 7 adalah paling rendah, indikasi utama adalah Hak berpolitik dan Kebebasan sipil.