History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Survey, Migran Baru Paling Butuh Penyuluhan Hidup

  • 28 January, 2015
  • Editor
Survey, Migran Baru Paling Butuh Penyuluhan Hidup
Wakil Menteri Dalam Negeri Chen Chweng-jing (陳純敬)

(Taiwan, ROC) - Menurut data statistik dari Kementerian Dalam Negeri, jumlah migran baru yang menikah dengan warga Taiwan ada 498 ribu orang dimana 68% berasal dari Daratan Tiongkok, Hongkong dan Macau, kemudian disusul dari kawasan Asia Tenggara 28% dimana lebih dari 400 ribu orang adalah kaum wanita. Guna memfasilitasi pasangan migran baru untuk beradaptasi maka sejak 2003 pemerintah melakukan survey 5 tahun sekali untuk mengetahui kebutuhan hidup mereka.

Dalam hasil survey yang dirilis hari ini (28), Wakil Menteri Dalam Negeri Chen Chweng-jing (陳純敬) menuturkan, 93% migran baru merasa bahagia tinggal di Taiwan, 87% mengaku tidak ada masalah dalam berinteraksi dengan anggota keluarga, 68% berpendapat tidak ada masalah hidup di Taiwan. Migran baru sangat berharap adanya layanan penyuluhan hidup, didirikannya lembaga layanan khusus migran baru, fasilitasi kebutuhan hidup mereka. Untuk kesempatan lapangan kerja, sangat berharap pemerintah dapat menyediakan pelatihan keterampilan kerja gratis serta subisidi selama masa pelatihan.

Ia menyampaikan : Sedangkan apa yang paling dibutuhkan dari pemerintah? Mereka berharap pemerintah dapat memberikan penyuluhan adaptasi yang lebih serta mendirikan lembaga pelayanan khusus yang berfungsi untuk memfasilitasi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Selain itu, dari survey itu ditemukan, pekerjaan utama migran baru adalah industri manufaktur, perhotelan dan kuliner, secara keseluruhan rata-rata pendapatan mereka 46 ribu dolar per bulan, dibandingkan dengan warga Taiwan yang mencapai 98 ribu/bulan masih jauh, ini menunjukan keluarga migran baru masih mengkhawatirkan.

Chen melanjutkan, dalam rangka menanggapi kebutuhan migran baru, Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) setiap tahunnya memberikan subsidi kepada setiap pemerintah daerah untuk menyelenggarakan penyuluhan adaptasi, saat ini sudah ada lembaga khusus yang melayani migran baru di 6 kota dan kabupaten termasuk, New Taipei City, Kota Taipei, Kota Taichung, Kota Tainan, Kota Kaohsiung dan Kabupaten Kinmen. Selain itu, ada 40% anak-anak keturunan migran baru tidak bisa menggunakan bahasa ibunya, sehingga dalam beberapa tahun terakhir ini NIA terus melakukan “Program Obor Pelita” dan “Pelatihan Bahasa Ibu Untuk Migran Baru” yang bertujuan agar anak-anak migran baru ini dapat menjadi sumber daya manusia internasional

Komentar

Terbarumore