(Taiwan, ROC) - Biro Inspeksi dan Karantina Hewan dan Tanaman(BAPHIQ) pada hari ini(27) mengumumkan situasi epidemi flu burung Taiwan, peternakan unggas yang ditemukan adanya kejanggalan saat dilakukan test kembali bertambah 32 peternakan, sehingga jumlahnya mencapai 541 peternakan, jumlah unggas ternaknya sudah melebihi 3 juta ekor. Selain itu yang dipastikan terjangkit bertambah 19 peternakan, jadi jumlah total yang terserang flu burung ada 541 peternakan. Yang membuat orang khawatir adalah jumlah unggas angsa yang ditemukan adanya kejanggalan sudah mencapai 1,6 juta ekor, juga semua dipastikan terjangkit ini berarti kerugian seluruh Taiwan mencapai 90%.
Kepala Dinas Peternakan, Dewan Pertanian(COA), Jiang Wen-quan(江文全) menegaskan, kerugian mencapai 90% apabila dihitung berdasarkan jumlah unggas angsa seluruh Taiwan pada kwartal ke 3 tahun lalu berjumlah 1,77 juta ekor, dikarenakan ternak angsa bersifat musiman, pada kwartal ke 4 dan kwartal ke 1 merupakan musim angsa sehingga jumlahnya lebih banyak.
Ia juga menyampaikan, saat jumlah ternak bertambah, gelombang wabah flu burung menyerang merupakan hantaman ini cukup besar, saat ini tindakan pertama yang harus dilakukan adalah mengerahkan seluruh tenaga agar dapat menyediakan pasokan dengan stabil sebelum datangnya tahun baru imlek. Jiang Wen-quan mengatakan: “secara sederhana dapat dikatakan, pasokan sebelum tahun tahun baru imlek, berdasarkan sebelumnya dan jumlah persediaan yang ada di gudang, seharusnya tidak ada masalah. Selain itu, meskipun ada pembasmian secara besar-besaran, karena pembasmian dibagi pada tingkatan umur yang berbeda, maka untuk bagian pasokan masih seperti perkiraan sebelumnya hingga musim panas tahun ini, yang lebih besar pengaruhnya adalah pada musim ramai pembeli, karena saat ini musim dingin yang bukan musim ramai pembeli”.
Ketua BAPHIQ, Chang Su-san mengemukakan, saat ini kecepatan pembasmian sudah dapat melampaui kasus diagnosis, dengan kata lain, jumlah unggas angsa yang ditemukan kejanggalan ada 1,6 juta sedangkan yang mati dan dibasmi juga mencapai 1,36 juta ekor, BAPHIQ berharap dalam beberapa hari ini sudah dapat mengendali wilayah epidemik, sehingga epidemik ini dapat diatasi.