Jumlah lelaki berkewarganegaraan asing yang menikah dengan wanita Taiwan pada tahun 2014 mencapai 4.521 orang, mencatat rekor tertinggi sejak 2003, demikian berdasarkan statistik terbaru yang dirilis oleh Kementrian Dalam Negeri (MOI).
Sementara itu, menurut laporan registrasi pernikahan yang sama, jumlah wanita asing yang menikah dengan lelaki Taiwan pada tahun lalu berjumlah 15.181 orang, lebih banyak tiga kali lipat lebih daripada jumlah pengantin lelaki asing.
Laporan tersebut menunjukkan, 55,8% dari semua pengantin asing yang menikah dengan warga Taiwan tahun lalu berasal dari Daratan Tiongkok, Hong Kong dan Makau, 22,7% berasal dari negara-negara Asia Tenggara, dan 16,5% berasal dari negara lain.
Juga ditemukan, secara keseluruhan, tercatat ada 149.287 pernikahan di Taiwan tahun lalu, dimana 86,8% darinya adalah pernikahan antar warga Taiwan.
Untuk diketahui, pada tahun 2003, persentase jumlah pernikahan antar warga Taiwan dan warga asing banding jumlah pernikahan total melonjak naik menjadi 31,86%. Diantaranya, lebih dari 60% dari pernikahan antar bangsa tersebut adalah pernikahan dengan warga Daratan Tiongkok.
Kecenderungan ini membuat pihak berwenang Taiwan menyangsikan bahwa pernikahan dipakai sebagai cara bagi warga asing, khususnya warga Daratan Tiongkok, untuk masuk dan memperoleh izin menetap di Taiwan.
Kesangsian tersebut akhirnya memaksa MOI melaksanakan kebijaksanaan baru yang melibatkan suatu proses wawancara dengan warga asing yang berencana menikah dengan warga Taiwan.
Kebijaksanaan ini, menurut Kementrian Dalam Negeri, telah menurunkan persentase pernikahan antar bangsa menjadi 13,2% pada 2013 dan 2014.