(Taiwan, ROC) Hari kebebasan sedunia jatuh pada hari ini tanggal 23 Januari, presiden Ma Ying-joeu ketika menghadiri a kegiatan yang diselenggarakan oleh Liga dunia untuk kebebasan dan demokrasi (World League for Freedom and Democracy,WLFD) mengungkapkan, demokrasi dan kebebasan merupakan nilai-nilai universal, akan tetapi semestinya diterapkan agar masyarakat memiliki lingkungan yang damai; Presiden Ma Ying-joeu menekankan, Republik Tiongkok adalah negara bebas dan demokrasi bahkan juga menghadapi tekanan besar dari Daratan Tiongkok dan kondisi sulit dalam internasional, namun Republik Tiongkok tetap berkomitmen untuk memperdalam demokrasi dan kebebasan.
WLFD pada hari ini(23) mengadakan acara peringatan berlangsung di kota Taipei, presiden Ma Ying-jeou diundang dan memberikan kata sambutan. Presiden Ma mengatakan, kebebasan dan demokrasi merupakan nilai kesepakatan dari kita semua, namun yang terpenting adalah adanya lingkungan yang damai, bebas dan demokrasi baru terdapat peluang untuk direalisasikan, jika terjadi peperangan maka sulit mempertahankan perdamaian selayaknya kehidupan yang demokratis.
Presiden Ma mengemukakan, pada tahun 2008 saat Beliau terpilih menjadi presiden Republik Tiongkok, pada saat itu presiden Amerika pernah menyampaikan bahwa Taiwan adalah mercu suar Asia yang menghubungkan dunia, mulai saat itu, Republik Tiongkok menjadi negara yang semakin memperdalam nilai-nilai kebebasan demokrasi dan di saat situasi sulit internasional berjalan, Republik Tiongkok tetap maju terus melangkah kea rah demokrasi. Presiden Ma mengatakan: “dilihat dari pengalaman Republik Tiongkok, kami terus berupaya secara positif menghadapi tekanan besar dari Daratan Tiongkok, untuk mempromosikan kebebasan demokrasi Taiwan.”
Presiden Ma menambahkan, berdasarkan organisasi hak asasi manusia Amerika Serikat, Freedom House pada tahun lalu merilis hasil evaluasi HAM. Penilaian untuk kekuasaan HAM dalam pemerintahan Republik Tiongkok mendapatkan nilai pada level tertinggi, untuk bagian kekebasan dari warga mendapat nilai pada level kedua. Total penilaian yang diperoleh sama dengan nilai yang didapat oleh negara Amerika, Eropa dan Jepang, semua menjadi negara bebas dan demokrasi.