(Taiwan-ROC) Epidemik virus flu burung terus merebak, jumlah peternakan yang didapati adanya kejanggalan dan yang dipastikan terkena flu burung terus bertambah, penyebarannya dari unggas air meluas ke unggas darat. Berdasarkan data terbaru Biro Inspeksi dan Karantina Hewan dan Tumbuh-tumbuhan (BAPHIQ) di bawah Dewan Pertanian (COA) tanggal 23 Januari ada 22 peternakan ayam yang diduga terjangkit virus ini. Unttuk gelombang epidemic flu burung kali ini telah mengakibatkan banyaknya unggas yang mati maupun dibasmi, yang paling parah adalah unggas angsa, sudah lebih dari 1,3 juta ekor unggas ternak yang mati dan dibasmi karena diduga terkena virus flu burung, tingkat kerugian mencapai 75%.
BAPHIQ hari ini juga mengumumkan, guna meningkatkan pencegahan epidemic, akan melaksanakan serangkaian tindakan dan peraturan baru. Pertama secara intensif menetapkan titik kontrol bagi kabupaten dan kota yang mengalami epidemi lebih serius, akan melakukan tindakan sterilisasi secara lebih detail lagi seperti pada ban mobil, badan mobil, sepatu, pakaian dan dari supir yang mengangkut ternak unggas maupun makanan unggas dan lain sebagainya, disamping itu juga mengharuskan memberikan surat kesehatan yang jelas.
Ketua BAPHIQ, Chang Su-san mengatakan : seperti Changhua, pada jalur 61 dan 17, pada tempat ini kami akan mengisolasikan area ini, pada jalan utama dan akses jalan lainnya menuju ke utara, selatan dan ke timur akan dibentu titik kontrol, tujuan utama dari titik kontrol ini adalah untuk mengendali kendaraan.
Kepala Dewan Pertanian, Chen Bao-qi juga menyampaikan, karena epidemic tidak meninggalkan tanda-tanda, untuk mengurangi dan mencegah menyebarluasnya epidemic, maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan gelombang pembasmian baru. Dalam 1-2 hari ini, setelah melakukan pembahasan dengan instansi terkait lainnya, Dewan Pertanian akan mengumumkan hal-hal terkait. Chen Bao-qi mengatakan : Pada pengendalian secara keseluruhan, bersama dengan pemerintah daerah mencapai kesepakatan, tapi kedudukan pemerintah pusat lebih tinggi untuk hal melakukan imunisasi dan pencegahan.
Mengenai tidak terkendalinya epidemi apakah karena adanya celah bocor dari pencegahan atau karena penyebaran oleh burung yang imigrasi? Chen Bao-qi menyampaikan, untuk penyebaran lewat burung yang imigrasi, dewan pertanian masih akan meneliti lebih lanjug; sedangkan kebocoran pencegahaan, ini adalah beberapa hari lalu saat pembuangan unggas mati yang membuat menyebarnya virus ini.