(Taiwan, ROC) - Dana Moneter Internasional (IMF) baru-baru ini melansir prediksi revisi kebawah perkembangan ekonomi dunia untuk tahun ini dimana telah menekan lagi kebutuhan atas harga minyak mentah dunia.
AFP melansir, harga minyak jenis West Texas Intermediate untuk bulan Februari turun US$ 2,30 dan ditutup pada harga US$ 46,39/barrel.
Sedangkan harga minyak Brent North Sea untuk bulan Maret turun US$ 0,85, ditutup dengan harga US$ 47,99/barrel.
Revisi kebawah pertumbuhan ekonomi oleh IMF untuk tahun ini adalah terbesar dalam 3 tahun terakhir, selain Amerika, hampir seluruh negara diprediksi melemah sehingga menekan harga minyak mentah dunia.
Selain itu, IMF juga merevisi prediksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun depan menjadi 3,7%, dimana angka ini lebih rendah dari prediksi bulan Oktober tahun lalu yaitu 4%.
Untuk tahun 2015, laporan penting itu menyebutkan ancaman pemulihan ekonomi dunia yang sebelumnya masih belum selesai di tahun ini dan akan menghadapi yang baru.
Ancaman baru yaitu harga minyak setelah anjlok akan naik drastis dari perkiraan.
Ancaman yang dulu yaitu aspek pasar finansial dan geopolitik. Mengenai pasar finansial, IMF prihatin penggelembungan ekonomi dunia yang tidak merata dapat mempengaruhi kebijakan finansial AS selain itu ancaman geopolitik masih tetap tegang.